Daily News

  • Akademisi UNIK: Hentikan Saling Tuduh, Jawab Aspirasi Demonstran dengan Solusi Nyata

    Akademisi UNIK: Hentikan Saling Tuduh, Jawab Aspirasi Demonstran dengan Solusi Nyata

    TASIKMALAYA | Priangan.com — Pernyataan Presiden yang menyinggung adanya “dalang” di balik gelombang demonstrasi besar-besaran belakangan ini menuai tanggapan dari kalangan akademisi. Rico Ibrahim, dosen Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung (UNIK), menilai cara pandang itu justru mengaburkan persoalan utama yang disuarakan masyarakat. “Sudah saatnya berhenti melihat masalah dengan menyalahkan orang lain. Demonstrasi terjadi karena rakyat

    READ MORE

News Room

  • PRABOWO OBRAL BINTANG KEHORMATAN KE MANTAN TIM SUKSES & KORUPTOR

    PRABOWO OBRAL BINTANG KEHORMATAN KE MANTAN TIM SUKSES & KORUPTOR

    JAKARTA | Priangan.com – Presiden Prabowo Subianto mengobral Tanda Kehormatan kepada 141 orang dengan beragam latar belakang, termasuk kepada mereka yang merupakan tim sukses Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024. Pemberian Tanda Kehormatan itu dilangsungkan di Istana Negara, Jakarta, pada 25 Agustus 2025. Tim sukses yang mendapat Tanda Kehormatan Republik Indonesia itu di antaranya Ahmad Muzani yang

    READ MORE
  • Bupati Tasik Mangkir Audiensi “Cut Off”, DPRD: Merugikan Masyarakat

    Bupati Tasik Mangkir Audiensi “Cut Off”, DPRD: Merugikan Masyarakat

    TASIKMALAYA | Priangan.com – Rapat dengar pendapat soal penghentian sementara belanja kegiatan alias cut off yang digelar di ruang serbaguna 1 DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 27 Agustus 2025, tidak berjalan mulus. Musababnya, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, yang mengeluarkan kebijakan cut off tidak hadir. Padahal, Forum Tasikmalaya Bersatu atau Fortabes telah mengirimkan surat permohonan audiensi

    READ MORE
  • Tenang Saja, Pak Prabowo, Koruptornya Ada di Istana, Bukan di Antartika

    Tenang Saja, Pak Prabowo, Koruptornya Ada di Istana, Bukan di Antartika

    Tenang saja, Pak Prabowo, tenang saja. Bapak tidak perlu mengejar koruptor sampai ke Antartika, karena ternyata mereka masih ada di lingkaran istana. Bapak juga tidak perlu membuat penjara khusus bagi koruptor di pulau terpencil, lantaran mereka yang terbukti korupsi malah diberi amnesti dan abolisi, plus dapat diskon masa tahanan. Tenang saja, Pak Prabowo, tenang saja.

    READ MORE

Perspektif

Historia

  • Tragedi Tiananmen 1989, Catatan Kelam Pemerintah China

    Tragedi Tiananmen 1989, Catatan Kelam Pemerintah China

    TIONGKOK | Priangan.com – China dikenal sebagai salah satu negara yang punya banyak sejarah kelam panjang. Salah satunya adalah tragedi yang terjadi di Lapangan Tiananmen pada 4 Juni 1989. Pada saat itu, rakyat turun ke jalan untuk berdemonstrasi namun berujung pada tindakan kekerasan dari pemerintah. Peristiwa itu hingga kini menjadi salah satu kenangan kelam di

    READ MORE

Dokumenter

  • Jejak Panjang Persib Bandung, Jalan Terjal Raih Empat Bintang

    Jejak Panjang Persib Bandung, Jalan Terjal Raih Empat Bintang

    BANDUNG | Priangan.com – 17 Desember 2923, PT Persib Bandung Bermartabat mengubah sejarah. Tanggal lahir klub sepak bola kebanggaan warga Jawa Barat ini direvisi. Semula 14 Maret 1933 diganti menjadi 5 Januari 1919. Perubahan itu didasarkan pada penelitian ilmiah yang dipimpin Profesor Kunto Sofianto, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Dasar dari perubahan itu

    READ MORE
  • Cerita Kaum Hawa di Antara “Bubur Setan” dan Perang Dunia | DOKUMENTER

    Cerita Kaum Hawa di Antara “Bubur Setan” dan Perang Dunia | DOKUMENTER

    PRIANGAN.COM | Ketika perang dunia pertama dan kedua berkecamuk, di mana para wanita berada? Apakah mereka ikut berperang atau sembunyi di perut bumi? Di saat para pria berangkat ke medan perang, kaum hawa punya tugas lain Mereka di antaranya bekerja di pabrik amunisi. Sepintas tampak mudah, padahal pekerjaan tersebut berisiko tinggi. Pakaian berbahan nilon dan

    READ MORE
  • Bandong, 1641: Sebuah Negeri “Neraka” di Tengah Rimba

    Bandong, 1641: Sebuah Negeri “Neraka” di Tengah Rimba

    PRIANGAN.COM – Julian de Silva, seorang mardijker atau budak merdeka, menulis tentang sebuah negeri bernama Bandong yang hanya diisi oleh sekitar 120 orang. Dalam catatan hariannya yang ditulis pada 1641, ia menyebut jumlah rumah di tempat tersebut terbilang sedikit, antara 25 sampai 30 rumah. Informasi itu dituangkan Nandang Rusnandar dari Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai

    READ MORE