Historia

Awal Mula Mataram Masuk Priangan

Ilustrasi tentara Mataram

Oleh: Muhajir Salam

 

TASIKMALAYA | Priangan.com – Ekspansi Mataram ke Priangan pada 1577, Ki Ageng Pemanahan mulai bekerja keras membuka Alas Mentaok untuk dijadikan pemukiman yang tertata. Berkat bantuan petani Sela, Mentaok berhasil dibuka dan dijadikan pemukiman baru.

Pada abad 16, Alas Mentaok berkembang menjadi daerah yang makmur diberi nama Mataram. Sela waktu 50 tahun setelah Cirebon mendirikan kesultanan Banten, Mataram masih lemah dan berada di bawah pengaruh Kerajaan Pajang dan baru mengawali proses pembentukan pemerintahannya.

Kekuatan politik Mataram sangat pesat menguat. Pada 1584, Sutawijaya menjadi Raja Mataram dengan gelar Panembahan Senopati, sebagai Raja Mataram Islam Pertama. Di masa pemerintahanya, Mataram telah mampu melepaskan diri dari kekuasaan kerajaan Pajang yang menguasi Jawa Tengah.

Mataram mulai melakukan serangkaian ekspansi kekuasaanya dan penaklukan di seluruh wilayah Jawa Tengah. Penetrasi kekuatan politik Mataram ke tatar Sunda pun sangat cepat. Pada tahun 1595, Mataram berhasil menaklukan daerah Galuh (Ciamis). Pada tahun 1613, Mas Rangsang naik tahta menjadi raja Mataram, dengan gelar Kanjeng Sultan Agung Senapati.

Di bawah kepemimpinan Sultan Agung, terjadi perubahan sosial politik yang sangat cepat ditandai dengan berjatuhannya kota-kota di Jawa Timur, termasuk di antaranya adalah Madura. Kejatuhan Surabaya pada tahun 162527, merupakan puncak dari kejayaan penaklukan Mataram atas bangsa Jawa.

Mataram menguasai seluruh wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pengaruh itu dengan cepat merangsek ke wilayah Jawa Barat. Sultan Agung sangat berambisi untuk menguasai daerah tatar Sunda.

Pengaruh Mataram di tatar sunda sangatlah kuat. Sumedanglarang dalam posisi terjepit dan terdesak. Maka pada 1620, Aria Suriadiwangsa I selaku penguasa Sumedanglarang, menyatakan penyerahan dirinya kepada Mataram. Semenjak itu, kerajaan Seumedanglarang tidak lagi berdiri sebagai kerajaan yang merdeka, tapi sebuah vazal Mataram dengan kedudukan sebagai kabupaten.

Tonton Juga :  Kerajaan Galunggung

Wilayah Sumedanglarang yang meliputi Sumedang, Sukapura, Bandung, Limbangan, serta sebagian Cianjur, Karawang, Pamanukan, dan Ciasem, berganti menjadi Priangan. Pada masa ini, seluruh wilayah Priangan seorang Wedana Bupati.

Aria Sruriadiwangsa I menjadi Wedana Bupati pertama dengan gelar Pangeran Dipati Kusumadinata I atau Rangga Gempol I (1620-1625). Setelah penyerahan diri Sumedanglarang kepada Mataram, Sukakerta tidak lagi menjadi wilayah kekuasaan yang bebas dan merdeka.

Sukakerta hanya menjadi menjadi koloni kecil, setingkat umbul, yang berada di bawah Kerajaan Mataram. Sukakerta dipimpin oleh seorang umbul bernama Ki Wirawangsa. Kelak, ki Wirawangsa inilah yang menjadi peletak fondasi Sukapura (Tasikmalaya) mulai tahun 1632 M. ***

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Add Comment

Click here to post a comment

%d blogger menyukai ini: