Usai Sarung dan Jaket Rp1 Miliar, Kini Tas Ransel Rp400 Juta Kesbangpol Kota Tasikmalaya Dipertanyakan

TASIKMALAYA | Priangan.com – Di saat pemerintah pusat dan daerah terus menggaungkan efisiensi anggaran, belanja atribut di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya justru kembali menuai sorotan. Setelah pengadaan sarung dan jaket bernilai Rp1 miliar, kini giliran pengadaan tas ransel di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya senilai Rp400.140.000 yang menjadi perhatian publik.

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) 2026, paket Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor Lainnya tersebut dilaksanakan melalui mekanisme pengadaan langsung dan bersumber dari APBD Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2026. Uraian pekerjaan mencantumkan pengadaan tas ransel berbahan polyster dengan volume satu paket.

Total pagu anggaran pengadaan tas ransel ini mencapai Rp400.140.000, dengan rincian alokasi dana sebesar Rp384.750.000 dan Rp15.390.000. Lokasi pekerjaan tercatat di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tasikmalaya.

Sorotan publik menguat karena belanja tersebut muncul di tengah upaya pengetatan dan efisiensi anggaran daerah, menyusul keterbatasan fiskal serta banyaknya kebutuhan layanan publik yang dinilai lebih mendesak. Rentetan belanja atribut ini dinilai bertolak belakang dengan semangat penghematan yang selama ini disampaikan pemerintah.

Aktivis Tasikmalaya, Nana Mardiana, menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh berhenti pada jargon semata, tetapi harus tercermin dalam kebijakan belanja.

“Ketika pemerintah bicara efisiensi anggaran, maka belanja-belanja seperti tas ransel, sarung, jaket, ini wajar dipertanyakan. Apakah benar-benar prioritas? APBD itu uang rakyat,” ujar Nana Mardiana kepada Priangan.com, Sabtu (7/2/2026).

Menurut Nana, meskipun pengadaan tercantum dalam dokumen perencanaan dan SiRUP, prinsip efisiensi, kepatutan, dan kebermanfaatan publik harus menjadi pertimbangan utama.

“Secara administratif mungkin tidak bermasalah, tapi soal kepatutan dan urgensi itu yang harus dijelaskan. Efisiensi anggaran seharusnya dimulai dari belanja yang tidak berdampak langsung pada pelayanan masyarakat,” lanjutnya.

Lihat Juga :  Keluarga Korban Laka di Kawalu Tuntut Keadilan, Pertamina Dinilai Lepas Tanggung Jawab

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kesbangpol Kota Tasikmalaya belum memberikan keterangan resmi terkait tujuan pengadaan tas ransel tersebut, termasuk sasaran penerima manfaat dan alasan kebutuhan di tengah kebijakan penghematan anggaran. (yna)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos