Dari Keluhan Seorang Wartawan, Lahir Pulpen yang Menjadi Revolusi Global
- Historia
- Juni 13, 2025

TASIKMALAYA | Priangan.com – Menyusutnya kemampuan fiskal daerah mulai berdampak pada keberlangsungan jaminan kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah tercatat hanya memiliki sisa anggaran sekitar Rp13,74 miliar untuk pembiayaan peserta BPJS tahun 2026, angka yang dinilai jauh dari kebutuhan ideal dan berpotensi mengganggu akses layanan kesehatan warga. Data terbaru menunjukkan total piutang iuran tahun 2025 mencapai sekitar
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menyampaikan pesan penuh harapan kepada keluarga besar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) saat kunjungan ke Menara PNM, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Ia berharap bulan suci Ramadan menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguat ikhtiar membangun masa depan yang lebih baik, baik
READ MORE
Cecep Nurul Yakin dan Asep Sopari Al-Ayubi resmi menjadi bupati dan wakil bupati Tasikmalaya usai dilantik Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di halaman Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu, 4 Juni 2025.
READ MORE
TASIKMALAYA | Priangan.com – Seratus hari kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mendapat sorotan kritis dari mahasiswa. Mereka memberi nilai nol pada kinerja politikus Partai Gerindra itu, lantaran gagal menunaikan janji-janji politik di masa krusial sebagai orang nomor satu di Kota Tasikmalaya. Alih-alih masif melakukan akselerasi untuk menuntaskan persoalan-persoalan fundamental, Viman dinilai terjebak dalam
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika yang kini menjabat Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, tengah menjadi sorotan usai namanya disebut-sebut dalam surat dakwaan jaksa terkait judi online. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 14 Mei 2025 dengan terdakwa Zulkarnaen Apriliantony, Adhi Kismanto, Alwin Jabarti Kiemas, dan Muhrijan, Jaksa Penuntut Umum
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Pada awal abad ke-20, ruang sidang di Hindia Belanda bukan sekadar tempat mencari keadilan, melainkan sebuah panggung penegasan kekuasaan kolonial. Dalam sistem peradilan Landraad, terdakwa pribumi kerap diperlakukan berbeda sejak awal persidangan. Mereka duduk di lantai, membungkuk di hadapan hakim Eropa, dan menjalani proses hukum yang sebagian besar berlangsung dalam bahasa
READ MORE