TASIKMALAYA | Priangan.com – Pemerintah Kota Tasikmalaya bergerak cepat menyikapi aksi brutal geng motor yang melukai dua pelajar di Jalan Gobras, Kecamatan Tamansari. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, menegaskan penanganan kasus ini tidak hanya berhenti pada proses hukum, tetapi juga menyentuh upaya pencegahan jangka panjang.
Dua pelajar berinisial MA (17) dan F (17) hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soekarjo akibat luka serius di bagian kepala dan tangan. Keduanya menjadi korban penganiayaan sekelompok pemotor saat hendak menginap di rumah temannya. Kasus tersebut saat ini tengah ditangani oleh Polres Tasikmalaya Kota.
Menanggapi kejadian itu, Diky Chandra langsung menginstruksikan koordinasi lintas dinas untuk memantau kondisi korban sekaligus menyiapkan langkah bantuan. Terlebih, biaya perawatan akibat penganiayaan di jalan tidak dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Saya langsung koordinasikan dengan dinas terkait untuk mengikuti perkembangan kondisi korban,” ujar Diky, Senin (15/12/2025).
Ia memastikan pemerintah daerah akan mengecek skema bantuan yang memungkinkan agar korban tetap mendapatkan penanganan medis optimal. Menurutnya, negara tidak boleh abai ketika warganya menjadi korban kekerasan jalanan.
Lebih jauh, Diky menekankan bahwa penanganan geng motor tidak bisa hanya mengandalkan penindakan di lapangan atau razia semata. Pendekatan tersebut, kata dia, kerap bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan.
“Penanganan geng motor bukan hanya sweeping dari hilir, yang sampai sekarang juga punya keterbatasan. Yang lebih penting adalah membenahi dari hulunya,” tegasnya.
Diky menilai, salah satu kunci pencegahan adalah menyediakan ruang dan wadah kegiatan positif bagi anak muda agar energi dan kreativitas mereka tidak tersalurkan ke arah destruktif.
“Kita harus hadir menyiapkan sarana, kegiatan, dan ruang kreatif bagi pemuda. Kalau hulunya dibenahi, insyaallah ke depannya akan lebih baik,” katanya.
Ia pun mengimbau agar aksi kekerasan jalanan segera dihentikan dan mengajak generasi muda untuk tidak terjebak dalam aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Kita ini seharusnya berkumpul dan bersatu dalam hal-hal positif, bukan justru saling melukai dan merugikan,” pungkasnya. (yna)

















