Hak Politik Rakyat Terancam, Akademisi Tasikmalaya Tegaskan Pilkada Langsung Wajib Dipertahankan
- Nasional
- Januari 23, 2026

TASIKMALAYA | Priangan.com – Wacana penerapan Pilkada tidak langsung kembali bergulir dan disebut-sebut akan dipaksakan menjadi sistem pemilihan kepala daerah pada 2031 mendatang. Isu ini menuai penolakan luas dari berbagai lapisan masyarakat karena dinilai menghilangkan kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpinnya secara langsung. Gelombang penolakan muncul seiring kekhawatiran bahwa Pilkada tidak langsung justru akan menarik demokrasi
READ MORE
TASIKMALAYA | Priangan.com – Wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD menuai penolakan keras dari kalangan mahasiswa di Kota Tasikmalaya. Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tasikmalaya, Kevin Silalahi, menyebut gagasan Pilkada via DPRD sebagai langkah politik berbahaya yang mengancam kedaulatan rakyat dan kemunduran demokrasi lokal. Kevin menegaskan, ide mengalihkan
READ MORE
TASIKMALAYA | Priangan.com – Harapan panjang masyarakat Priangan Timur terhadap kelanjutan pembangunan Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya (Tol Geta) kembali menemukan titik terang. Pemerintah pusat memastikan proyek tersebut termasuk dalam daftar 19 ruas tol yang akan mulai dilelang pada 2026—atau hanya tinggal hitungan minggu dari sekarang. Tol Geta, yang sejak dua tahun terakhir berulang kali masuk proses
READ MORE
TASIKMALAYA | Priangan.com – Aliansi Santri Tasikmalaya siang tadi menggeruduk Gedung Bupati Tasikmalaya, pada Kamis, 14 Agustus 2025. Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah. Khoerun Nasihin, Koordinator Aksi tersebut, menjelaskan, aksi ini merupakan salah satu bentuk kekecewaan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah daerah yang selama ini dinilai kurang berpihak terhadap masyarakat, salah satunya soal
READ MORE
Oleh: Muhajir Salam TASIKMALAYA | Priangan.com – Sangat sulit mencari benang merah kepemimpinan dari Galunggung ke Sukakerta. Belum ditemukan, penjabaran konsisten dengan bukti-bukti yang memadai menganai bagaimana Galunggung bergeser menjadi Sukakerta. Sebagian peneliti berpendapat, bahwa periode ini terjadi missing link, karena tidak banyak bukti yang dapat menjelaskan pemerintahan berpindah dari Rumantak (Sariwangi) ke Dayeuh Tengah
READ MORE
Oleh: Muhajir Salam TASIKMALAYA | Priangan.com – Selain sebagai nama gunung, Galunggung adalah nama penting dalam sejarah Sunda, dan secara khusus, sejarah Tasikmalaya. Galunggung di masa lalu adalah sebuah mandala, sebuah kabuyutan yang sangat dimuliakan, dipimpin oleh seorang resiguru atau batara. Mandala atau kabuyutan adalah tempat kegiatan keagamaan pada masa pengaruh kebudayaan Hindu. Tempat para
READ MORE
Oleh: Muhajir Salam TASIKMALAYA | Priangan.com – Pada pertengahan abad XII, sepeninggal Batari Hiyang, kepemimpinan di Kerajaan Galunggung diteruskan oleh puteranya yang bernama Batara Danghiyang Guru Darmawiyasa. Kepemimpinannya hanya berjalan selama lima tahun. Darmawiyasa kemudian digantikan oleh puteranya yang bernama Darmakusumah. Kekuasaannya berkedudukan di Galunggung, meliputi Galuh, Galunggung, dan Sunda. Karena menguasai tiga kerajaan, Darmakusumah
READ MORE
Oleh: Muhajir Salam TASIKMALAYA | Priangan.com – Batari Hyang memimpin Kerajaan Galunggung dengan bijaksana. Kepemimpinannya mampu membawa Kerajaan Galunggung pada kegemilangan, dan nasihat-nasihatnya tentang kehidupan, menjadi rujukan generasi berikutnya, tidak hanya di lingkungan Kerajaan Galunggung, tetapi juga dalam lingkup yang lebih besar. Asumsi ini didasari oleh keterangan yang bisa dibaca dari naskah Amanat Galunggung. Dalam
READ MORE








