Logo AMSI

Logo priangan.com

Logo Dewan Pers
  • BERANDA
  • NEWS
    • Nasional
    • Daerah
    • Ekonomi Bisnis
    • Gaya Hidup
  • INSIGHT
  • INSPIRASI
  • BIOGRAFI
  • TALKSHOW
  • DOKUMENTER
    • HISTORIA
  • SPILLKEUN
  • BERANDA
  • NEWS
    • Nasional
    • Daerah
    • Ekonomi Bisnis
    • Gaya Hidup
  • INSIGHT
  • INSPIRASI
  • BIOGRAFI
  • TALKSHOW
  • DOKUMENTER
    • HISTORIA
  • SPILLKEUN

Program Berdaya Didik

  • Home
  •  
  • Program Berdaya Didik



  • Program Berdaya Didik di Banjar Segera Cair, Siswa Masih Menunggu Penyaluran Bantuan

    Program Berdaya Didik di Banjar Segera Cair, Siswa Masih Menunggu Penyaluran Bantuan

    • Daily News
    • Oktober 31, 2025

    BANJAR | Priangan.com – Para siswa SD dan SMP penerima program Berdaya Didik di Kota Banjar, Jawa Barat, masih menantikan pencairan bantuan yang dijanjikan pemerintah daerah. Program yang diinisiasi Wali Kota Banjar, Sudarsono, bersama wakilnya, Supriana, ini sebelumnya diumumkan pada awal Juni 2025 dan ditujukan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu. Kepala Dinas Pendidikan dan

    READ MORE

Latest Posts

  • Program Berdaya Didik di Banjar Segera Cair, Siswa Masih Menunggu Penyaluran Bantuan
    Program Berdaya Didik di Banjar Segera Cair, Siswa Masih Menunggu Penyaluran Bantuan
    • Daily News
    • Oktober 31, 2025

Bagikan ini:

  • Share on X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Share on Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
  • Share on LinkedIn(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
  • Share on Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Share on WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Lagi
  • Share on Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
  • Share on Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
  • Share on Pocket(Membuka di jendela yang baru) Pocket
  • Tentang Kami

  • Pedoman Media Siber

  • Disclaimer

2025© Copyright Priangan Media Partners Klik disini untuk tau lebih banyak