Tabur Benih Ikan di Anak Sungai Cisanggiri, Desa Cikondang Gaungkan Gerakan Desa Ramah Lingkungan

GARUT | Priangan.com – Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus dilakukan Pemerintah Desa Cikondang, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut. Salah satunya melalui kegiatan penaburan benih ikan di sejumlah sungai yang melintasi wilayah desa, Senin (5/1/2026).

Penaburan benih ikan dilakukan di beberapa sungai, di antaranya Sungai Citamiang, Sungai Cimerak, Sungai Cikananga, Sungai Cikondang, serta sejumlah anak sungai lainnya. Sungai-sungai tersebut merupakan bagian dari sub daerah aliran sungai (Sub DAS) Cisanggiri yang bermuara ke Pantai Selatan Jawa.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Cikondang, Babang Ganedi, dan melibatkan masyarakat, organisasi kepemudaan Jasa Muda, serta komunitas lingkungan Tangtudibuana. Selain sebagai langkah pemulihan ekosistem sungai, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada warga agar lebih peduli terhadap kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan.

Kepala Desa Cikondang, Babang Ganedi, mengatakan bahwa sungai memiliki peran penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat, mulai dari penyediaan air hingga penopang ekosistem. Oleh karena itu, menjaga sungai tidak bisa dilakukan setengah-setengah, melainkan harus dimulai dari hulu hingga hilir.

“Pelestarian sungai harus dimulai dari huluna, mata air, daerah tangkapan air, termasuk hutan, sampai ke hilir. Sungai bukan hanya aliran air, tapi sumber kehidupan urang sadayana,” ujar Babang.

Ia menegaskan, penaburan benih ikan ini juga merupakan bagian dari upaya sosialisasi Peraturan Desa Cikondang tentang perlindungan dan pemanfaatan sungai secara berkelanjutan. Dalam aturan tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak merusak ekosistem sungai, terutama dengan cara-cara ilegal dalam menangkap ikan.

Dalam sambutannya, Babang Ganedi menyampaikan pesan tegas namun dibalut kearifan lokal Sunda.

“Bisi rek nguseup mah, sok wae, sanajan sataun satengah ngadekul di walungan bari dianteuran dahar ku pamajikan. Ngan omat, ulah ngala lauk make portas atawa strum,” ujarnya, yang berarti warga dipersilakan menangkap ikan dengan cara memancing, meskipun harus menunggu lama, asalkan tidak menggunakan racun maupun alat setrum.

Lihat Juga :  Gunakan Hak Suara, Dicky Chandra: Soal Menang Atau Kalah Saya Serahkan Pada Yang Maha Kuasa

Menurutnya, praktik penangkapan ikan dengan racun dan setrum tidak hanya merusak ekosistem sungai, tetapi juga mengancam keberlangsungan sumber pangan masyarakat di masa depan.

Lihat Juga :  126 Lansia Masuk Daftar, Garut Siap Berangkatkan 1.931 Calon Haji

Babang juga mengingatkan bahwa saat ini ancaman bencana hidrometeorologis semakin meningkat akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Kerusakan lingkungan, termasuk sungai dan hutan, menjadi salah satu faktor yang memperparah risiko bencana seperti banjir dan longsor.

“Ku sabab eta, ayeuna mah penting pisan ngajaga lingkungan. Lamun alam dirawat, alam oge bakal ngajaga urang,” katanya.

Sementara itu, masyarakat dan unsur pemuda Desa Cikondang menyatakan komitmennya untuk mendukung program desa ramah lingkungan. Mereka sepakat menjadikan kegiatan ini sebagai langkah awal membangun kesadaran kolektif dalam menjaga alam demi kehidupan generasi mendatang.

Kepala Desa Cikondang pun dinilai sebagai sosok teladan dalam gerakan pelestarian lingkungan. Sejak lama, Babang Ganedi dikenal aktif mendorong kebijakan dan aksi nyata yang berpihak pada keberlanjutan alam di wilayahnya.

“Pokona mah, Kepala Desa Cikondang jadi contoh desa ramah lingkungan. Karunya lamun alam rusak siga baheula sok digogoreng,” ungkap salah seorang warga setempat.

Dengan penaburan benih ikan ini, Desa Cikondang menegaskan komitmennya untuk terus bergerak mewujudkan desa yang selaras dengan alam, demi masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan. (yna)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos