Sungai Cikiray Kerap Banjir, GMNI Sebut Pemkab Pangandaran Belum Serius Tangani Dampak ke Petani

PANGANDARAN | Priangan.com – Permasalahan banjir akibat pendangkalan Sungai Cikiray di Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran kembali menjadi perhatian. Kondisi sungai yang terus mengalami penyempitan membuat air mudah meluap ke area persawahan dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

Desta Kurniawan, Komisariat GMNI FISIP Universitas Siliwangi, menilai persoalan Sungai Cikiray sudah berlangsung lama, namun hingga kini belum terlihat langkah konkret dari pemerintah daerah untuk penanganan jangka panjang.

“Masalah Sungai Cikiray ini bukan baru. Sudah puluhan tahun dikeluhkan petani, tetapi penanganannya masih belum jelas. Dampaknya langsung ke sawah dan penghasilan masyarakat tani,” ujar Desta dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, pendangkalan sungai membuat kapasitas tampung air berkurang. Saat curah hujan tinggi, air cepat meluap dan merendam lahan pertanian. Kondisi ini bukan hanya mengganggu masa tanam, tetapi juga berpotensi menurunkan produktivitas panen.

“Banjirnya memang tidak selalu besar, tapi berulang. Justru itu yang membuat petani semakin rentan karena sawah sering tergenang lebih lama dari seharusnya,” katanya.

Desta juga menyoroti respons pemerintah daerah yang dinilai masih sebatas pengakuan masalah tanpa langkah nyata. Ia menyebut alasan keterbatasan anggaran tidak seharusnya menjadi alasan utama jika persoalan tersebut berdampak langsung pada ketahanan pangan dan ekonomi petani.

“Kalau dianggap prioritas, seharusnya ada upaya konkret. Anggaran itu soal pilihan kebijakan, bukan sekadar alasan administratif,” tegasnya.

Selain itu, ketidakjelasan kewenangan pengelolaan sungai antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat juga dinilai memperlambat penanganan. Akibatnya, tidak ada instansi yang benar-benar mengambil tanggung jawab penuh.

“Jangan sampai persoalan kewenangan justru membuat masalah lingkungan seperti ini dibiarkan berlarut. Yang terdampak langsung itu petani,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah daerah Kabupaten Pangandaran lebih serius melihat persoalan Sungai Cikiray, bukan hanya sebagai isu teknis sungai, tetapi sebagai bagian dari perlindungan ekonomi masyarakat tani.

Lihat Juga :  Warga Miskin Tak Bisa Berobat, Kades Padawaras Sebut Pemkab Tasikmalaya Tutup Mata

“Petani hanya butuh kepastian. Mereka ingin bisa menanam tanpa dihantui banjir setiap musim hujan,” kata Desta.

Lihat Juga :  Dorong Kesejahteraan Petani, Menko Pangan Zulhas Bersama Bupati Bandung Tanam Kakao di Pesantren Al Mukhlis

Hingga kini, persoalan banjir Sungai Cikiray Pangandaran masih menjadi keluhan rutin masyarakat Desa Karangbenda. Warga berharap ada langkah konkret dan berkelanjutan agar sungai kembali menjadi penopang pertanian, bukan ancaman bagi kehidupan petani. (yna)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos