Spekulasi Persaingan Gibran dan AHY pada Pilpres 2029 Mulai Diperbincangkan

JAKARTA | Priangan.com — Pemilihan Presiden 2029 memang masih beberapa tahun lagi. Namun, perbincangan mengenai figur calon presiden dan wakil presiden sudah mulai ramai di jagat maya. Sejumlah nama muncul dalam diskusi publik, mulai dari Purbaya, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, hingga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Tak hanya itu, perbincangan soal figur capres dan cawpres 2209 juga mengarah pada dua figur muda yang saat ini berada di lingkar kekuasaan nasional, yakni Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Keduanya kerap disebut sebagai representasi generasi baru politik nasional sekaligus anak dari dua mantan presiden.

Seeprti yang dibahas dalam podcast Total Politik edisi 3 Januari 2026, yang mengangkat judul Prabowo Restui Sjafrie Sjamsoeddin Siapkan Jalan Politik Agus Yudhoyono. Podcast berdurasi lebih dari satu jam itu menghadirkan Pemimpin Redaksi Mojok.co, Puthut EA, dan jurnalis Kompas.com, Tatang Guritno, sebagai narasumber.

Dalam podcast tersebut, kedua narasumber menganalisis peta politik menuju 2029, khususnya sinyal politik Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memberi ruang bagi AHY untuk mendampinginya dalam Pilres 2029.

Spekulasi ini kemudian meluas di media sosial. Sejumlah warganet menilai, jika pasangan Prabowo dan AHY benar-benar terwujud, hal itu akan menghadirkan kembali simbol sejarah politik nasional, mengingat latar belakang keluarga keduanya yang berangkat dari militer. Kondisi tersebut dinilai berbeda dengan Gibran, yang kerap dilekatkan dengan warisan politik dari ayahnya, Joko Widodo, yang merupakan mantan presiden RI.

Selain faktor historis, kekuatan mesin politik juga jadi perbincangan. Partai Gerindra dan Partai Demokrat dinilai memiliki struktur dan basis yang cukup solid untuk menopang pasangan tersebut jika benar-benar maju dalam kontestasi nasional.

Lihat Juga :  DPRD Kabupaten Tasikmalaya Gelar Rapat Paripurna Istimewa Sambut HUT ke-80 RI

“Beberapa kali Prabowo juga memuji AHY di setiap acara, dan yang paling kelihatan sekali Prabowo ingin memberi ruang ke AHY ketika menunjuk AHY menjadi menteri infrastruktur,” kata Tatang.

Menurutnya, posisi strategis tersebut membuka ruang bagi AHY untuk menunjukkan kinerja sekaligus meningkatkan elektabilitas di mata publik.

Lihat Juga :  Zainal Arifin Mochtar: Lemahnya Oposisi Menjadi Akar Kemunduran Demokrasi

“Ini memberi ruang lebih luas bagi AHY untuk dikenal masyarakat dan mendapatkan empati publik,” jelasnya.

Tatang juga menyoroti momen pergantian tahun, ketika AHY turut mendampingi Prabowo Subianto dalam agenda malam tahun baru di Sumatra. Kehadiran itu dinilai sebagai sinyal politik yang semakin memperkuat spekulasi kedekatan keduanya.

Lebih jauh, Tatang menyampaikan analisis bahwa AHY secara politik ditempatkan sebagai figur penyeimbang terhadap citra Presiden Joko Widodo.

“AHY sengaja diatur untuk menjadi antihero Jokowi, karena untuk menyeimbangkan citra Jokowi yang selama ini identik dengan pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Sementara itu, kedekatan politik antara Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Gibran dinilai mulai menunjukkan jarak. Prabowo disebut lebih berhati-hati dalam membangun komunikasi politik dengan Jokowi, meski pada saat masih menjabat sebagai presiden, Jokowi beberapa kali menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan kepemimpinan Prabowo dan Gibran untuk dua periode. (Rco)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos