TASIKMALAYA | Priangan.com – Bencana pergerakan tanah melanda tiga desa di Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada 15–16 Februari 2026. Sebanyak 47 rumah dilaporkan terdampak, empat di antaranya mengalami kerusakan berat sehingga penghuninya terpaksa mengungsi.
Peristiwa pertama terjadi pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 04.10 WIB di Kampung Curuglandung, RT 13 RW 11, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya. Hujan deras yang turun sejak malam hari memicu pergeseran tanah di area permukiman warga.
Keesokan harinya, Senin (16/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, pergerakan tanah kembali terjadi di Desa Sirnajaya. Retakan tanah muncul di sejumlah titik, menyebabkan dinding dan lantai rumah warga pecah serta beberapa bangunan terlihat miring.
Selain dua desa tersebut, dampak bencana juga dirasakan di Desa Karanglayung. Di wilayah ini, longsor dilaporkan menjebol tembok salah satu rumah warga.
Data sementara mencatat total 47 rumah terdampak di tiga desa. Rinciannya, empat rumah mengalami kerusakan berat, sementara lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang dan berada di zona rawan pergerakan susulan.
Lela Herlina, warga yang rumahnya rusak berat di Kampung Curuglandung, memilih mengungsi ke rumah orang tua dan kerabatnya demi keselamatan.
“Dinding rumah sudah retak dan bangunannya miring. Kalau hujan turun lagi kami khawatir terjadi pergerakan susulan, jadi sementara mengungsi,” ujarnya.
Kapolsek Karangjaya, Iptu Saptaji, membenarkan bencana terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut dalam durasi cukup lama.
“Curah hujan yang tinggi menyebabkan pergerakan tanah di tiga desa sekaligus, yakni Desa Karangjaya, Desa Sirnajaya, dan Desa Karanglayung. Kami bersama pemerintah desa sudah melakukan pendataan dan pemantauan di lokasi kejadian,” katanya.
Ia memastikan hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa. Aparat kepolisian bersama pemerintah desa, relawan BPBD, Tagana, serta unsur masyarakat terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi pergerakan tanah lanjutan.
Pemerintah daerah melalui pemerintah desa setempat telah menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak. Warga diimbau tetap waspada, terutama saat hujan turun kembali dengan intensitas tinggi, dan segera melapor apabila menemukan retakan tanah baru atau kondisi bangunan yang semakin parah.
Hingga kini, kondisi tanah di sejumlah titik masih dinilai labil. Aparat dan relawan terus bersiaga untuk memastikan keselamatan warga serta meminimalkan risiko jika terjadi bencana susulan di wilayah Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya. (yna)

















