TASIKMALAYA | Priangan.com – Anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Kepler Sianturi, kembali melaksanakan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dalam pertemuan dengan warga, sejumlah isu strategis menjadi perhatian, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga penguatan UMKM melalui koperasi dan BUMD.
Salah satu sorotan utama warga adalah pelaksanaan MBG yang dinilai belum sesuai harapan. Kepler mencontohkan laporan dari sebuah sekolah dasar yang menyebutkan menu buah dalam program MBG terlalu kecil dan tidak layak.
“Tadi kita menerima laporan terkait MBG, terutama soal menu buah yang sangat kecil di salah satu SD. Ini menunjukan adanya hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan,” ungkap Kepler.
Selain itu, aspirasi warga juga menyoroti kurangnya sosialisasi mengenai Sekolah Rakyat yang digagas Pemerintah Kota Tasikmalaya. Banyak masyarakat yang masih belum memahami konsep maupun tujuan pendirian sekolah tersebut.
“Informasi tentang Sekolah Rakyat ternyata belum maksimal tersampaikan. Banyak masyarakat yang bertanya, Sekolah Rakyat itu apa dan tujuannya untuk apa. Artinya, sosialisasi dari pemerintah masih perlu ditingkatkan,” jelas Kepler.
Dalam pertemuan itu, Kepler juga menyinggung Koperasi Merah Putih, yang diharapkan segera beroperasi untuk menopang kebutuhan permodalan pelaku UMKM. Warga berharap koperasi dapat segera memberikan akses modal usaha bagi masyarakat yang membutuhkan.
Lebih lanjut, masyarakat juga mempertanyakan peran BUMD BPR Alamadina. Mereka menilai bank milik pemerintah kota ini seharusnya bisa memberikan kemudahan akses permodalan bagi UMKM lokal.
“Tujuan utamanya adalah bagaimana UMKM kita bisa didorong melalui stimulan dana pinjaman atau modal usaha. Ini menjadi salah satu aspirasi utama yang kami serap dalam reses hari ini,” pungkas Kepler.
Reses yang digelar di sejumlah kecamatan ini memperlihatkan bahwa meski program pemerintah ada, implementasinya masih perlu diperbaiki agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik dari sisi gizi, pendidikan, maupun penguatan ekonomi lokal. (yna)