Defisit Rp345 Miliar Bayangi APBD Garut 2026, Bupati Akui Struktur Fiskal Masih Rapuh
- Daily News
- September 17, 2025

TASIKMALAYA | Priangan.com – Ada yang berbeda saat Jumatan di Masjid Riyadlul Jannah, Cintaraja, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat, 21 Mei 2021. Yang menjadi khatib tidak seperti biasanya. Bukan kiai atau ajengan yang biasa ceramah, tapi seorang polisi berseragam lengkap yang bertugas di Polres Tasikmalaya. Bukan juga sembarang polisi, tapi punya jabatan Wakil Kapolres.
READ MORE
TASIKMALAYA | Priangan.com – Ratusan warga Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, berunjuk rasa ke gedung legislatif, Jumat, 21 Mei 2021.
READ MORE
TASIKMALAYA | Priangan.com – Umat Islam yang tergabung dalam Muslim Tasikmalaya Peduli Palestina (MTPP) berunjuk rasa mengecam kebiadaban Israel kepada rakyat Palestina, Kamis, 20 Mei 2021
READ MORE
TASIKMALAYA | Priangan.com – “Wahai orang-orang beriman, apabila dikatakan kepada kamu, ‘Lapangkanlah tempat dalam majlis, maka lapangkanlah, nanti Allah akan memberikan kelapangan kepada kamu. Dan apabila dikatakan berdirilah, maka hendaklah berdiri. Allah akan mengangkat orang-orang berilmu di antara kamu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui akan apa-apa yang kamu kerjakan.” (Tafsir al-Kabir/Tafsir Fakhruddin ar-Razi, juz
READ MORE
TASIKMALAYA | Priangan.com – Ini adalah kali pertama merasakan lebaran di dalam penjara. Meliput perayaan Hari Raya Idul Fitri di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Kamis, 13 Mei 2021.
READ MORE
TASIKMALAYA | Priangan.com – Polemik seputar momentum Hari Raya bukan hanya terjadi saat ini. Dulu, di zaman penjajahan Belanda juga pernah terjadi. Jika sekarang yang mengemuka adalah tentang larangan mudik, dulu beda kasus. Penjajah membuat aturan yang dinilai tidak menghargai umat Islam dan tradisi rakyat pribumi yang sudah ada sejak lama.
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Pada awal abad ke-20, ruang sidang di Hindia Belanda bukan sekadar tempat mencari keadilan, melainkan sebuah panggung penegasan kekuasaan kolonial. Dalam sistem peradilan Landraad, terdakwa pribumi kerap diperlakukan berbeda sejak awal persidangan. Mereka duduk di lantai, membungkuk di hadapan hakim Eropa, dan menjalani proses hukum yang sebagian besar berlangsung dalam bahasa
READ MORE