Nyaris Rp500 Juta untuk Topi dan Tas Kain, Aktivis Soroti Prioritas Belanja Disporabudpar Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA | Priangan.com – Rencana pengadaan topi kain dan goodie bag oleh Dinas Kepemudaan, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya dalam RUP Sirup Inaproc Tahun Anggaran 2026 menuai sorotan tajam. Total anggaran yang dialokasikan untuk dua item tersebut mencapai Rp486.500.000 dari APBD Kota Tasikmalaya 2026.

Dalam dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) Penyedia, tercatat paket “Belanja Bahan-Bahan Lainnya – Fasilitasi Promosi Pariwisata” dengan pagu Rp377.500.000 untuk pengadaan topi kain melalui metode pengadaan langsung. Paket ini dijadwalkan pada Januari 2026.

Selain itu, terdapat paket “Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor – Perabot Kantor – Fasilitasi Promosi Pariwisata” senilai Rp109.000.000 untuk pengadaan goodie bag berbahan kain dan sablon. Paket tersebut juga menggunakan metode pengadaan langsung dan bersumber dari APBD 2026.

Jika digabungkan, nilai pengadaan topi dan goodie bag tersebut mencapai hampir setengah miliar rupiah.

Aktivis Tasikmalaya, Nana Mardiana, menilai pengalokasian anggaran tersebut patut dipertanyakan, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran di Kota Tasikmalaya.

“Pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran, banyak sektor diminta berhemat. Tapi di sisi lain ada rencana pengadaan atribut promosi hampir Rp500 juta. Ini harus dijelaskan secara terbuka ke publik,” ujar Nana kepada Priangan.com, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, promosi pariwisata memang penting, namun harus disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah dan prioritas kebutuhan masyarakat. Ia mempertanyakan urgensi belanja atribut seperti topi dan goodie bag dalam skala ratusan juta rupiah.

“Apakah ini benar-benar kebutuhan mendesak? Berapa jumlah yang akan diproduksi dan apa dampaknya terhadap peningkatan kunjungan wisata? Jangan sampai semangat efisiensi hanya jadi slogan, sementara belanja yang tidak langsung menyentuh kepentingan masyarakat tetap besar,” tegasnya.

Lihat Juga :  Perjalanan Dinas Berulang dalam Satu Bulan, Aktivis Nilai Disparpora Tasikmalaya Minim Efisiensi

Nana juga menyoroti penggunaan metode pengadaan langsung pada kedua paket tersebut. Ia meminta agar prosesnya dilakukan secara transparan dan akuntabel untuk menghindari potensi polemik.

Lihat Juga :  Di Tengah Isu BPJS PBI Nonaktif, Pasien RS TMC Tasikmalaya Tetap Merasa Dilayani Baik

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Disporabudpar Kota Tasikmalaya terkait rincian jumlah unit, peruntukan kegiatan, serta indikator keberhasilan promosi dari pengadaan topi dan goodie bag tersebut di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah. (yna)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos