TASIKMALAYA | Priangan.com – Keberadaan kontainer sampah di bahu Jalan Ikik Wiradikarta, Kota Tasikmalaya, sempat menuai keluhan warga. Selain menimbulkan bau menyengat, posisinya di tepi jalan utama dinilai mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan warga, kontainer sampah tersebut sempat ditempatkan di bahu jalan beberapa hari lalu. Kondisi kontainer yang terbuka dan penuh sampah membuat aroma tak sedap cukup terasa, terutama saat cuaca panas. Selain itu, keberadaannya juga mempersempit ruang lalu lintas kendaraan.
Sidik (45), juru parkir di sekitar lokasi, mengatakan kondisi itu cukup mengganggu aktivitas masyarakat.
“Baunya menyengat, apalagi siang hari. Jalan juga jadi sempit, motor sama mobil harus ekstra hati-hati,” ujarnya kepada Priangan.com, Senin (9/2/2026).
Keluhan serupa disampaikan Siti (37), warga sekitar. Ia menilai penempatan kontainer di pinggir jalan berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan.
“Saya juga nggak tahu kenapa disimpan di pinggir jalan. Yang jelas bisa menghalangi jalan dan rawan kecelakaan kalau pengendara kurang hati-hati,” katanya.
Sementara itu, petugas TPS setempat, Andi (42), menjelaskan penempatan kontainer di bahu Jalan Ikik Wiradikarta Tasikmalaya hanya bersifat sementara. Hal itu terjadi karena kapasitas penampungan sampah penuh akibat kendala teknis armada pengangkut.
“Bukan disengaja. Waktu itu sampah menumpuk karena truk pengangkut kontainer sedang mogok. Jadi sementara kontainer disimpan di pinggir jalan sambil menunggu kontainer lain datang,” jelasnya.
Ia menambahkan, normalnya lokasi tersebut memiliki dua kontainer sampah sehingga penumpukan jarang terjadi. Namun gangguan operasional membuat sampah tidak terangkut tepat waktu.
Petugas TPS lainnya, Turiah (68), juga membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut kejadian serupa jarang terjadi karena pengangkutan sampah biasanya rutin setiap hari.
“Kemarin memang kewalahan karena truknya rusak. Terpaksa kontainer disimpan di pinggir jalan karena tempatnya sudah penuh,” ujarnya.
Meski kini kondisi sudah kembali normal, warga berharap pemerintah Kota Tasikmalaya dan instansi terkait bisa mengevaluasi sistem pengelolaan sampah, terutama penempatan kontainer di area padat lalu lintas. Selain menjaga kebersihan kota, langkah itu dinilai penting untuk menjamin keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan masyarakat sekitar. (ags)

















