Kerap Luput dari Perhatian, Molasses Ternyata Lebih dari Sekadar Pemanis Alami

JAKARTA | Priangan.com – Saat Ramadan tiba, meja makan menjelang waktu berbuka hampir selalu dipenuhi aneka takjil manis. Kolak, sop buah, es cendol, hingga kudapan tradisional menjadi simbol pemulih energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Rasa manis bukan sekadar memanjakan lidah, tetapi juga membantu tubuh memperoleh asupan energi dengan cepat. Di tengah kebiasaan menggunakan gula pasir atau sirup, ada satu pemanis alami yang kerap luput dari perhatian, yakni molasses.

Dilansir dari Alodokter, molasses merupakan cairan kental berwarna cokelat gelap yang dihasilkan dari sisa proses kristalisasi gula tebu atau gula bit. Setelah kristal gula dipisahkan, tersisa cairan pekat yang masih menyimpan sebagian mineral alami dari bahan dasarnya. Berbeda dengan gula pasir yang hampir seluruhnya mengandung sukrosa, molasses mengandung sejumlah mineral seperti kalium, kalsium, magnesium, zat besi, natrium, zinc, dan kolin. Kandungan inilah yang membuatnya sering dianggap memiliki nilai tambah dibandingkan gula putih, meskipun tetap tergolong gula tambahan yang konsumsinya perlu dibatasi.

Dalam satu sendok makan molasses terkandung sekitar 293 miligram kalium. Mineral ini berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh serta membantu mengontrol tekanan darah dan fungsi jantung. Meski jumlah tersebut dapat berkontribusi pada kebutuhan harian, kalium tetap sebaiknya diperoleh terutama dari sumber pangan lain seperti buah dan sayuran.

Molasses juga mengandung zat besi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi dapat memicu anemia yang ditandai dengan tubuh mudah lelah dan lemas. Bagi vegetarian atau vegan, molasses dapat menjadi alternatif pemanis yang sedikit lebih bernutrisi dibandingkan gula putih karena turut menyumbang zat besi dari sumber nabati. Selain itu, kandungan kalsium dan magnesium di dalamnya berperan dalam menjaga kesehatan tulang serta mendukung fungsi otot.

Lihat Juga :  Sajian Kuliner Hits Akhir Pekan di Tasikmalaya, Ini 3 Nasi Goreng Favorit Versi GoFood

Kandungan zinc dalam molasses, meskipun tidak besar, turut berkontribusi pada fungsi sistem imun. Pada Ramadan, ketika pola makan dan waktu istirahat berubah, menjaga daya tahan tubuh menjadi semakin penting. Namun demikian, molasses tetap tidak dapat dijadikan sumber utama mineral tersebut karena jumlahnya relatif kecil dan biasanya dikonsumsi dalam takaran terbatas.

Secara tradisional, molasses juga digunakan untuk membantu meredakan sembelit ringan. Kandungan mineral di dalamnya dapat membantu menarik air ke dalam usus sehingga feses lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Meski begitu, konsumsi berlebihan justru dapat menimbulkan keluhan seperti perut kembung atau diare.

Lihat Juga :  WCD 2023; Nurhayati Ajak Masyarakat Tasik Gotong Royong Bersihkan Sampah Sungai

Penting untuk diingat bahwa di balik kandungan mineralnya, molasses tetap mengandung gula dalam kadar tinggi. Konsumsi berlebihan berpotensi meningkatkan kadar gula darah, terutama pada penderita diabetes atau pradiabetes. Sebagaimana pemanis lainnya, molasses juga menyumbang kalori yang dapat memicu kenaikan berat badan apabila tidak diimbangi pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang cukup. Pada individu dengan gangguan ginjal, asupan kalium juga perlu diperhatikan agar tidak memperberat kondisi kesehatan.

Dalam praktiknya, molasses dapat digunakan sebagai pemanis tambahan dalam berbagai hidangan, seperti oatmeal, roti gandum, saus, atau minuman hangat. Pada menu berbuka, molasses dapat memberikan cita rasa karamel yang lebih kompleks pada kolak atau kue panggang tanpa harus menambahkan gula dalam jumlah besar. Kuncinya terletak pada pengendalian porsi: gunakan sebagai pelengkap, bukan sebagai sumber utama rasa manis.

Pada akhirnya, memilih pemanis bukan hanya persoalan rasa, melainkan juga kesadaran akan asupan harian. Molasses memang menawarkan variasi rasa dan kandungan mineral yang tidak dimiliki gula pasir biasa, tetapi manfaatnya tetap terbatas jika dikonsumsi dalam jumlah kecil. Di tengah semarak hidangan manis Ramadan, bersikap lebih selektif dan bijak dalam memilih pemanis dapat membantu menjaga kesehatan tanpa harus mengorbankan kenikmatan berbuka. (LSA)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos