Kasus Pasien Operasi Sesar, DPRD Minta Evaluasi Menyeluruh RS Hermina Tasikmalaya

TASIKMALAYA | Priangan.com – Kasus dugaan kelalaian pelayanan medis yang dialami pasien pasca operasi sesar di RS Hermina Kota Tasikmalaya kini mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Tasikmalaya. Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Kepler Sianturi, turun langsung memediasi permasalahan tersebut setelah menerima aspirasi warga Kecamatan Bungursari.

Kepler mengungkapkan, berdasarkan aduan yang diterima, pasien perempuan yang menjalani operasi sesar di rumah sakit swasta tersebut diduga tidak dibekali obat pasca operasi saat dipulangkan ke rumah. Akibatnya, kondisi pasien disebut memburuk dan baru mendapatkan penanganan medis lanjutan lebih dari satu minggu kemudian.

“Ada aspirasi dari warga Bungursari. Kami memediasi persoalan pasien rumah sakit swasta. Setelah selesai operasi sesar dan pulang dari rumah sakit, pihak rumah sakit diduga lupa memberikan obat untuk perawatan di rumah,” kata Kepler Sianturi kepada Priangan.com, Kamis (6/2/2026).

Ia menilai, keterlambatan penanganan tersebut mengindikasikan adanya kelalaian serius dalam sistem pelayanan rumah sakit. Menurutnya, pasien pasca operasi sesar seharusnya mendapatkan perhatian medis ekstra, termasuk pemberian obat yang tepat dan pendampingan lanjutan.

“Kami menduga pihak rumah sakit lalai. Karena lebih dari satu minggu baru dilakukan langkah medis lanjutan oleh pihak rumah sakit,” tegasnya.

Atas dasar itu, Kepler menyatakan pihaknya memfasilitasi pertemuan antara manajemen RS Hermina dengan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Mediasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret, terutama untuk memastikan keselamatan dan pemulihan pasien serta bayinya.

“Sebagai anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan, saya memfasilitasi mediasi bersama Kepala Dinas Kesehatan dan pihak RS Hermina. Harapannya, dari pertemuan ini lahir keputusan yang baik agar pasien dan bayi dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Lebih jauh, Kepler menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh berhenti hanya pada permintaan maaf atau penyelesaian personal. Ia mendorong RS Hermina Kota Tasikmalaya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mutu pelayanan, sistem manajemen, serta standar operasional prosedur (SOP) rumah sakit.

Lihat Juga :  Kapolda Jabar Turun ke Jalur Selatan Tasikmalaya, Cek Langsung Kesiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026

“Dalam pertemuan itu juga banyak aspirasi dan masukan dari masyarakat. Ini menjadi catatan penting agar RS Hermina melakukan perbaikan, baik dari sisi mutu pelayanan, manajemen, maupun tanggung jawab terhadap pasien,” katanya.

Lihat Juga :  Kursi Kosong Jadi Sorotan, DPRD Kota Tasikmalaya Minta Tunda Perampingan

DPRD Kota Tasikmalaya, lanjut Kepler, akan terus mengawal proses ini agar tidak ada lagi kasus serupa terulang. Ia menekankan bahwa keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama, terlebih di tengah meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit swasta di Kota Tasikmalaya. (yna)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos