TASIKMALAYA | Priangan.com – Di tengah ramainya isu penonaktifan BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang dikeluhkan sebagian masyarakat, sejumlah pasien di RS TMC Kota Tasikmalaya mengaku tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik tanpa perbedaan perlakuan.
Beberapa pasien BPJS PBI yang ditemui di ruang tunggu pelayanan menyampaikan proses administrasi hingga pemeriksaan medis berjalan lancar. Mereka menilai pelayanan rumah sakit swasta di Tasikmalaya tersebut tetap profesional meski isu pencabutan kepesertaan BPJS PBI tengah menjadi perhatian publik.
Siti (38), warga Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, mengaku sempat khawatir setelah mendengar kabar banyak peserta BPJS PBI dinonaktifkan. Namun kekhawatiran itu tidak terbukti saat dirinya berobat ke RS TMC.
“Awalnya sempat takut karena banyak yang bilang BPJS PBI sekarang banyak yang nonaktif. Tapi alhamdulillah waktu daftar di sini aman dan pelayanannya bagus,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Ia menilai petugas rumah sakit memberikan pelayanan ramah serta arahan yang jelas sejak pendaftaran hingga pemeriksaan. Menurutnya, dokter dan perawat juga memberikan perhatian yang baik selama proses pelayanan kesehatan.
“Tidak ada perbedaan pelayanan. Walaupun pakai BPJS PBI, tetap dilayani dengan baik,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Ahmad (45), warga Kecamatan Kawalu, yang datang mendampingi keluarganya berobat menggunakan BPJS PBI. Ia menilai pelayanan di RS TMC Tasikmalaya cukup cepat dan tidak berbelit.
“Prosesnya tidak ribet. Dari pendaftaran sampai ketemu dokter tidak terlalu lama. Kami merasa puas. Selain itu, kami juga sudah daftar sejak seminggu sebelumnya, jadi bisa memastikan kepesertaan BPJS masih aktif,” katanya.
Sementara itu, Udung (42), warga lainnya yang tengah antre pelayanan, mengaku prihatin dengan banyaknya kabar peserta BPJS PBI dinonaktifkan. Ia berharap kebijakan tersebut tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat kecil.
“Saya juga sempat kaget dengar berita itu. Makanya langsung cek kepesertaan sendiri, alhamdulillah masih aktif. Kasihan juga warga yang sebenarnya masih layak, tapi malah dinonaktifkan,” ujarnya.
Isu penonaktifan BPJS PBI di Tasikmalaya memang menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa waktu terakhir, terutama bagi warga ekonomi menengah ke bawah yang masih bergantung pada bantuan iuran kesehatan dari pemerintah.
Meski demikian, berdasarkan pengakuan sejumlah pasien di Rumah Sakit TMC Kota Tasikmalaya, pelayanan kesehatan dinilai tetap berjalan optimal tanpa membedakan jenis kepesertaan BPJS. Kondisi ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan, baik rumah sakit swasta maupun fasilitas kesehatan pemerintah.
Masyarakat berharap pelayanan kesehatan yang profesional dan ramah tersebut dapat terus dipertahankan, sehingga warga tetap merasa aman mengakses layanan kesehatan meski di tengah dinamika kebijakan BPJS PBI. (ags)

















