Dadaha Masih Jadi Magnet Gaya Hidup Sehat Warga Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA | Priangan.com – Kawasan Dadaha kian mengukuhkan posisinya sebagai ruang publik andalan bagi para pecinta olahraga di Kota Tasikmalaya. Setiap pagi dan sore hari, kawasan ini nyaris tak pernah sepi dari aktivitas warga yang memanfaatkan lintasan joging, area terbuka hijau, hingga sekitar danau untuk menjaga kebugaran tubuh.

Pantauan Priangan.com di lokasi menunjukkan, masyarakat dari berbagai kalangan usia memadati kawasan Dadaha. Mulai dari jalan santai, lari, bersepeda, senam bersama, hingga latihan komunitas olahraga rutin dilakukan di area ini.

Salah seorang warga, Rizky (27), mengaku Dadaha menjadi pilihan utama untuk berolahraga karena lokasinya strategis dan fasilitasnya cukup lengkap.

“Kalau mau olahraga nggak perlu jauh-jauh. Dadaha itu lengkap, gratis, dan suasananya ramai jadi lebih semangat,” ujar Rizky kepada Priangan.com, Jumat (6/2/2026).

Hal senada disampaikan Yayah (45), warga Kecamatan Cihideung, yang hampir setiap pagi rutin berjalan kaki di kawasan tersebut.

“Udara pagi masih enak, banyak teman seumuran juga. Jadi bukan cuma sehat, tapi bisa sekalian silaturahmi,” ungkapnya.

Bagi pecinta sepeda, Dadaha juga dinilai cukup aman dan nyaman. Deni (35) mengatakan, kawasan ini cocok untuk gowes santai karena relatif minim kendaraan bermotor.

“Buat gowes santai cocok, areanya luas dan nggak terlalu padat. Tinggal perawatannya saja yang perlu lebih diperhatikan,” ucap Deni.

Tak hanya dimanfaatkan secara individu, Kawasan Dadaha Tasikmalaya juga menjadi titik kumpul berbagai komunitas olahraga. Lina (22), anggota komunitas senam, menyebut Dadaha sebagai ruang publik yang ramah untuk kegiatan bersama.

“Kalau senam bareng di sini lebih seru. Banyak yang awalnya cuma nonton, lama-lama ikut,” tuturnya.

Dari kalangan pelajar, Intan (16), siswi SMA di Kota Tasikmalaya, mengaku kerap datang ke Dadaha sepulang sekolah untuk berlari ringan bersama teman-temannya.

Lihat Juga :  Bertahan di Tengah Keterbatasan, Yayasan Yamu’ti Belum Pernah Dapat Bantuan dari Pemkot Tasikmalaya

“Kalau sore banyak anak sekolah juga. Biasanya lari keliling, lumayan buat jaga kebugaran,” kata Intan.

Lihat Juga :  Tawasul Pergerakan PMII Kota Tasikmalaya, Hidupkan Kembali Spirit Tasik Kelabu 1996

Meski mendapat respons positif, warga juga menyampaikan sejumlah catatan. Herman (51) berharap pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas fasilitas di kawasan tersebut.

“Sudah bagus, tapi kalau lintasan diperbaiki dan penerangan ditambah, pasti makin nyaman dan aman,” ujarnya.

Dengan tingginya partisipasi masyarakat, Dadaha kini tak hanya berfungsi sebagai tempat olahraga, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat budaya hidup sehat di Kota Tasikmalaya. (ags)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos