Cegah Anemia Sejak Dini, Dinkes Kota Tasikmalaya Edukasi Siswi SMAN 2 Saat MPLS

TASIKMALAYA | Priangan.com – Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Tasikmalaya untuk menyosialisasikan pentingnya pencegahan anemia kepada pelajar perempuan.

Edukasi dilakukan melalui senam sehat, pembagian tablet tambah darah, serta materi tentang gizi seimbang dan pola hidup sehat.

Kegiatan yang digelar pada hari ketiga MPLS itu diikuti ratusan pelajar baru. Mereka mengenakan pakaian olahraga dan mengikuti senam bersama di lapangan sekolah. Seusai kegiatan fisik, para siswi dikumpulkan untuk mendapatkan penyuluhan langsung dari petugas Dinkes, serta menerima tablet tambah darah dan makanan bergizi.

Spesialis Pendamping Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Mia Miranda, mengatakan anemia masih menjadi masalah kesehatan serius di kalangan remaja putri. Hal ini disebabkan minimnya kesadaran tentang pentingnya menjaga asupan gizi, terutama saat masa menstruasi.

“Remaja putri sering kali mengabaikan kondisi tubuhnya. Anemia bisa mengganggu konsentrasi belajar dan aktivitas harian mereka. Karena itu, kami hadir langsung ke sekolah untuk mengedukasi sekaligus membiasakan konsumsi tablet tambah darah setiap minggu,” kata Mia, Rabu (16/7/2025).

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional “Remaja Sehat Bebas Anemia” yang menargetkan penurunan angka kasus anemia pada pelajar perempuan. SMAN 2 Tasikmalaya dipilih sebagai sekolah percontohan karena komitmennya yang kuat terhadap kesehatan siswi.

“Selain SMAN 2, kami juga akan menyasar sekolah lain. Selanjutnya kami targetkan edukasi serupa di SMKN 2 Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Mia menambahkan, langkah ini bukan semata untuk menekan angka anemia, tetapi juga membangun budaya hidup sehat sejak usia sekolah. Edukasi yang diberikan meliputi pentingnya gizi seimbang, konsumsi makanan kaya zat besi, serta menjaga kebiasaan sehat sehari-hari.

“Program ini bukan sekadar membagikan tablet, tapi juga membentuk kesadaran kolektif bahwa kesehatan harus dimulai dari diri sendiri,” tegas Mia.

Lihat Juga :  DBD Merebak di Kota Tasikmalaya, Dinas Kesehatan Ajak Warga Aktif PSN dan PHBS

Para guru menyambut baik kegiatan tersebut. Menurut mereka, edukasi kesehatan yang dikemas dalam suasana santai seperti MPLS justru lebih mudah dipahami dan diterima oleh siswa. Para siswi pun mengaku mendapat banyak wawasan baru tentang anemia yang selama ini mereka anggap sepele.

Lihat Juga :  Diva Zahra Siap Tampil Maksimal di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2025 Jalak Harupat

“Biasanya kalau lagi haid, pusing atau lemes dianggap wajar. Sekarang saya tahu itu bisa jadi gejala anemia,” ujar Aulia, siswi kelas 10.

Dengan pendekatan langsung ke sekolah, Dinkes Kota Tasikmalaya berharap bisa mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga sadar akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh sejak dini. (yna)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos