Armada Tua dan Penumpang Sepi, Angkot Tasikmalaya Terancam Punah

TASIKMALAYA | Priangan.com – Nasib angkutan kota (angkot) di Kota Tasikmalaya kian berada di ujung tanduk. Moda transportasi yang dulu menjadi tulang punggung mobilitas warga kini perlahan tersingkir, seiring merosotnya jumlah penumpang dari tahun ke tahun.

Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Tasikmalaya mengakui, sepinya penumpang bukan lagi persoalan musiman, melainkan krisis serius yang mengancam keberlangsungan hidup ribuan sopir dan pemilik angkot.

Sekretaris Jenderal Organda Kota Tasikmalaya, Asep Sutarman, menyebut perubahan pola transportasi masyarakat menjadi faktor utama. Warga kini lebih memilih kendaraan pribadi, ditambah menjamurnya transportasi online yang dinilai lebih praktis dan cepat.

“Dulu satu hari bisa belasan rit. Sekarang jangankan untung, untuk nutup setoran saja sudah megap-megap,” ujar Asep kepada Priangan.com, Kamis (5/2/2026).

Tak hanya kalah bersaing, kondisi fisik armada angkot yang menua juga memperparah keadaan. Mayoritas kendaraan berusia di atas 15 tahun, sementara kemampuan permodalan pengusaha angkot sangat terbatas. Akibatnya, peremajaan armada nyaris tak berjalan, dan kenyamanan serta keamanan penumpang semakin menurun.

Situasi ini membuat kepercayaan publik terhadap angkutan umum konvensional terus tergerus. Dampaknya terlihat jelas dari jumlah armada yang semakin menyusut drastis.

“Dulu armada angkot di Kota Tasikmalaya mencapai sekitar 1.300 unit. Sekarang yang masih bertahan paling hanya 300 sampai 400 armada,” ungkap Asep.

Penurunan armada ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga menyangkut akses transportasi masyarakat kecil yang masih bergantung pada angkot. Organda menilai, tanpa campur tangan serius dari pemerintah daerah, angkot akan kalah total dalam persaingan transportasi perkotaan.

Organda dan komunitas sopir angkot pun mendesak adanya kebijakan transportasi yang berpihak pada angkutan umum. Mulai dari penataan trayek yang lebih adil, pembatasan kendaraan pribadi di titik tertentu, hingga bantuan peremajaan armada agar angkot kembali layak dan diminati.

Lihat Juga :  Iuran BPJS Kepala dan Perangkat Desa di Tasikmalaya Dibayar Mandiri, Bukan dari APBD

“Kalau tidak ada langkah konkret dan keberpihakan kebijakan, angkot di Kota Tasikmalaya tinggal cerita nostalgia,” tegas Asep.

Lihat Juga :  Info Samsat Keliling Kota Tasikmalaya 29 Januari 2026: Jadwal, Lokasi, dan Syarat Perpanjang STNK

Di tengah kondisi sulit tersebut, para sopir angkot masih berusaha bertahan dengan mengandalkan penumpang setia. Namun mereka menyadari, tanpa kebijakan yang jelas, konsisten, dan berkelanjutan, masa depan angkutan kota di Kota Tasikmalaya akan semakin terancam punah. (ags)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos