TASIKMALAYA | Priangan.com – Kepala Desa Sukamulya Anzil Hidayat menyoroti perbandingan dampak ekonomi antara dana desa dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini mulai berjalan di wilayah Desa Sukamulya, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Ia menyebut program MBG memiliki potensi perputaran ekonomi jauh lebih besar dibanding dana desa, meski manfaatnya belum sepenuhnya merata.
Menurut Anzil, dapur MBG di desanya mampu melayani sekitar 3.000 porsi makanan per hari. Jika dihitung secara ekonomi, nilai perputaran anggaran program tersebut bisa mencapai sekitar Rp13,5 miliar per tahun.
“Kalau dibandingkan dengan dana desa yang sekarang sekitar Rp321 juta, selisihnya sangat jauh. Secara angka, MBG memang punya potensi ekonomi besar,” ujarnya dalam Podcas Priangan.com, Kamis (19/2/2026).
Meski demikian, ia menilai dampak langsung terhadap tenaga kerja desa masih terbatas. Hingga saat ini, baru sekitar 30 warga yang terlibat dalam operasional dapur MBG, mulai dari produksi makanan hingga distribusi.
Menurutnya, potensi ekonomi program tersebut akan terasa lebih signifikan jika rantai pasok bahan baku juga melibatkan petani dan pelaku usaha lokal desa. Dengan demikian, efek ekonomi tidak hanya berhenti pada dapur produksi, tetapi menyebar ke sektor pertanian, perdagangan, hingga jasa.
“Harapannya suplai bahan pangan bisa lebih banyak dari petani desa. Kalau itu terjadi, dampak ekonominya akan jauh lebih luas,” katanya.
Ia menegaskan, kehadiran program nasional seperti MBG tetap patut diapresiasi karena berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, dana desa dinilai tetap memiliki peran strategis yang tidak bisa digantikan sepenuhnya.
Dana desa selama ini, kata dia, menjadi sumber utama pembangunan infrastruktur desa, pemberdayaan masyarakat, bantuan sosial, hingga program ketahanan pangan yang langsung dirasakan warga.
“Dana desa itu menyentuh banyak aspek, dari pembangunan jalan, irigasi, sampai pemberdayaan ekonomi warga. Jadi keduanya punya fungsi berbeda,” jelasnya.
Anzil berharap ke depan ada sinergi antara program nasional dan dana desa agar manfaat ekonomi bisa lebih maksimal. Ia menekankan tujuan utama pembangunan desa tetap pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Kalau ekonomi desa bergerak, masyarakat sejahtera, itu yang paling penting. Mau dari dana desa atau program nasional, yang utama manfaatnya nyata bagi warga,” pungkasnya. (yna)

















