TASIKMALAYA | Priangan.com – Upaya rehabilitasi lingkungan kembali dilakukan melalui penanaman pohon di lahan bekas tambang di wilayah Bungursari. Kegiatan yang digagas Yayasan Padma ini melibatkan masyarakat, mahasiswa, serta pemerintah daerah sebagai langkah nyata memulihkan kerusakan lingkungan sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya keberlanjutan alam.
Perwakilan Yayasan Padma, Ujang Amin, menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar simbolis, tetapi bagian dari investasi ekologis jangka panjang.
“Kami ingin menjadikan ini investasi alam untuk masa depan. Lahan bekas tambang tidak boleh dibiarkan rusak, tetapi harus dipulihkan agar kembali hijau dan bermanfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya kepada Priangan.com, Kamis (19/2/2026).
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga lingkungan. “Sinergi masyarakat, mahasiswa, dan pemerintah sangat penting karena menjaga lingkungan bukan tanggung jawab satu pihak saja,” tambahnya.
Apresiasi datang dari perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Ferry Maulana, yang menilai kegiatan penghijauan tersebut sejalan dengan program pelestarian lingkungan pemerintah daerah.
“Kegiatan ini sangat positif. Lahan eks tambang memang harus direhabilitasi agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang seperti kerusakan tanah dan penurunan kualitas lingkungan,” katanya.
Dukungan juga disampaikan Camat Bungursari, Sodik, yang berharap gerakan serupa terus dilakukan.
“Kami mengapresiasi kolaborasi yayasan, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat. Ini contoh nyata bahwa kepedulian lingkungan harus dibangun bersama,” ujarnya.
Sementara itu, warga setempat Cucu menilai kegiatan tersebut membuka kesadaran baru di tengah masyarakat.
“Selama ini banyak yang memanfaatkan lahan tambang tanpa memikirkan dampaknya. Dengan penanaman pohon ini, masyarakat jadi lebih paham bahwa alam juga harus dipulihkan,” tuturnya.
Selain sebagai aksi penghijauan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan pelaku usaha tambang agar memperhatikan dampak ekologis dalam aktivitas ekonomi. Rehabilitasi lahan dinilai penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Melalui gerakan ini, Yayasan Padma berharap lahan bekas tambang di Tasikmalaya dapat kembali hijau, produktif, dan memberi manfaat ekologis maupun sosial. Program tersebut juga diharapkan menjadi contoh bahwa investasi alam dan kepedulian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan yang lebih berkelanjutan. (ags)

![Gak Punya Lahan Bangun KDMP, Pilih Serobot Sekolah, Lapangan atau Pemakaman? [Anzil Hidayat]](https://i0.wp.com/priangan.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-19-at-14.36.29.jpeg?fit=768%2C432&ssl=1)















