Wisata Pantai Selatan Tasikmalaya Berisiko, Tagana Minta Pengunjung Waspada

TASIKMALAYA | Priangan.com – Pantai selatan Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi perhatian aparat kebencanaan. Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan saat berkunjung ke kawasan pantai, menyusul tingginya potensi bahaya alam di sepanjang pesisir selatan Jawa Barat.

Ketua Forum Koordinasi Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, menyebut wilayah pantai selatan Tasikmalaya memiliki berbagai ancaman bencana, mulai dari ombak besar, banjir rob, angin kencang, hingga potensi tsunami dan megathrust.

“Pantai selatan Tasikmalaya itu rawan. Ada potensi tsunami, megathrust, banjir rob, sampai angin kencang. Ini harus menjadi perhatian serius bagi pengunjung,” kata Jembar, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, Kabupaten Tasikmalaya memiliki garis pantai yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Garut dan Kabupaten Pangandaran, dengan karakteristik perairan laut lepas yang cukup ekstrem dan berisiko tinggi terhadap kecelakaan laut.

Meski demikian, Tagana mencatat terdapat satu destinasi pantai di Tasikmalaya yang relatif aman untuk aktivitas berenang, yakni Pantai Sindangkerta di Kecamatan Cipatujah. Pantai tersebut telah ditetapkan sebagai kawasan wisata yang dilengkapi pengamanan terpadu.

“Pantai Sindangkerta relatif aman karena tidak langsung menghadap laut lepas. Di sana ada Satpolairud, Balawista, dan SAR nelayan yang berjaga,” jelasnya.

Menurut Jembar, struktur alami Pantai Sindangkerta berupa batu karang di sepanjang bibir pantai yang telah dimodifikasi turut membantu meredam gelombang besar, sehingga lebih aman bagi wisata keluarga.

Sementara itu, sebagian besar pantai lainnya di selatan Tasikmalaya tetap dikategorikan berbahaya, terutama kawasan yang langsung berhadapan dengan laut dalam. Salah satunya Pantai Pamayangsari, yang menurut Tagana bukan diperuntukkan bagi aktivitas berenang.

“Pamayangsari itu kawasan dermaga nelayan, langsung ke perairan dalam. Risiko terseret ombak sangat tinggi,” katanya.

Lihat Juga :  Dermaga Sempit, 24 Perahu Nelayan Pamayangsari Karam Digulung Gelombang

Peringatan ini kembali menguat setelah insiden wisatawan tewas terseret ombak di Pantai Pamayangsari, Minggu (11/1). Tagana pun mengimbau wisatawan untuk selalu mematuhi rambu peringatan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Lihat Juga :  Diduga Korsleting Listrik, Api Hanguskan Empat Rumah dan Satu Toko di Singaparna

“Keselamatan harus jadi prioritas. Jangan memaksakan berenang di pantai yang tidak direkomendasikan,” pungkasnya. (yna)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos