Wisata Galunggung Terpuruk, Pemkab Tasikmalaya Pilih Lempar Pengelolaan ke Swasta

TASIKMALAYA | Priangan.com – Kondisi Gunung Galunggung sebagai ikon wisata Kabupaten Tasikmalaya kian memprihatinkan. Destinasi andalan yang dulu ramai wisatawan kini menghadapi penurunan kunjungan, fasilitas tak terawat, hingga persoalan tata kelola yang berdampak pada minimnya pemasukan daerah.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya (Disparpora) mengakui kondisi tersebut. Keterbatasan anggaran dan sistem birokrasi dinilai menjadi kendala utama dalam melakukan revitalisasi secara menyeluruh.

Sekretaris Disparpora Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Ajat Sudrajat, menegaskan bahwa langkah pengalihan pengelolaan kepada pihak ketiga tengah disiapkan sebagai solusi strategis.

“Kami berencana mengalihkan pengelolaan pariwisata Galunggung kepada pihak ketiga. Tujuannya agar pengelolaan lebih profesional, fasilitas yang rusak bisa segera diperbaiki, dan pelayanan terhadap wisatawan meningkat,” ujar Dodi kepada Priangan.com, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah menghadapi keterbatasan dalam pemeliharaan infrastruktur, mulai dari akses jalan, sarana umum, hingga pengembangan inovasi wisata. Kondisi tersebut berdampak langsung pada capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata yang kerap tidak memenuhi target.

“Setiap tahun target PAD dari sektor pariwisata sering tidak tercapai. Dengan melibatkan pihak ketiga, kami berharap ada sistem pengelolaan yang lebih efektif dan transparan sehingga potensi pendapatan bisa dimaksimalkan,” tambahnya.

Dodi juga memastikan bahwa skema kerja sama nantinya akan tetap dalam pengawasan pemerintah daerah.

“Pengalihan ini bukan berarti pemerintah lepas tangan. Pengawasan tetap ada, regulasi tetap berjalan. Kami ingin Galunggung kembali menjadi kebanggaan Tasikmalaya dan mampu bersaing dengan destinasi lain di Jawa Barat,” tegasnya.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah memilih pendekatan kolaboratif ketimbang mempertahankan pola lama yang dinilai tidak lagi efektif. Kini publik menunggu realisasi konkret, apakah pengelolaan oleh pihak ketiga benar-benar mampu membangkitkan kembali pamor Galunggung sebagai ikon wisata Tasikmalaya. (ham)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos