TASIKMALAYA | Priangan.com – Pemilik bisnis kini perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan digital. Modus penipuan terbaru muncul melalui manipulasi data di Google Maps, seperti yang dialami Toko AyuCakery di Kota Tasikmalaya.
Toko kue yang berlokasi di Jalan RAA Wiratanuningrat No. 21, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, mendapati bahwa nomor kontak bisnis mereka yang tertera di Google Maps telah diganti oleh pihak tak bertanggung jawab.
Nomor asli toko, 0812-1494-9621, telah diubah menjadi 0853-7303-1723 oleh pelaku, yang kemudian diduga digunakan untuk menipu konsumen.
Pemilik toko, Ayu Novianti, mengungkapkan bahwa insiden ini baru terungkap pada Kamis sore, (15/5/2025), ketika seorang pelanggan datang langsung ke toko untuk menanyakan pesanan yang tak kunjung diterima.
“Saat dicek, ternyata pelanggan itu memesan lewat nomor palsu dan sudah melakukan transfer ke rekening yang bukan milik kami,” ujar Ayu.
Setelah memastikan perubahan nomor di Google Maps, Ayu segera melakukan pembaruan data dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Ia juga mengajukan permohonan pemblokiran terhadap rekening BRI atas nama Siti Hawani, yang diduga digunakan untuk menampung dana hasil penipuan.
“Kami sangat berharap tidak ada korban lainnya. Kejadian ini merugikan bukan hanya kami, tapi juga konsumen yang sudah percaya,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, Ayu mengimbau pelanggan AyuCakery untuk selalu melakukan pemesanan melalui dua nomor resmi milik toko, yaitu 0821-1650-3766 dan 0812-1494-9621. Selain itu, pesanan juga dapat dilakukan lewat platform resmi seperti Gojek dan Maxim.
“Pastikan Anda memverifikasi nomor kontak sebelum melakukan transaksi, dan jangan ragu untuk menghubungi kami langsung jika ragu,” tandas Ayu.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pelaku usaha lainnya untuk rutin memeriksa dan mengamankan profil bisnis mereka di platform digital, guna mencegah praktik manipulatif yang bisa merugikan banyak pihak. (yna)