Warung Tradisional Kalah Saing, UMKM Tasikmalaya Terhimpit Ekspansi Toko Modern

TASIKMALAYA | Priangan.com – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Tasikmalaya kian terjepit. Di saat warung tradisional dan usaha rumahan berjuang bertahan, toko modern seperti Alfamart, Indomaret, hingga Tasco justru terus menjamur di hampir setiap sudut kota.

Data di lapangan menunjukkan, gerai Tasco saja mencapai sekitar 28 outlet yang tersebar di wilayah Kota Tasikmalaya. Jumlah itu belum termasuk jaringan ritel besar lainnya. Kondisi ini berdampak langsung pada anjloknya omzet pedagang kecil, terutama warung kelontong yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi warga.

Wahyu (39), pemilik warung di kawasan pusat Kota Tasikmalaya, mengaku penurunan pembeli terasa sejak toko modern berdiri tak jauh dari tempat usahanya.

“Dulu masih ramai, sekarang jauh berkurang. Banyak pelanggan pindah ke toko modern karena dianggap lebih lengkap dan nyaman. Kami akhirnya harus berhemat mati-matian supaya usaha tetap jalan,” ujar Wahyu kepada Priangan.com, Kamis (5/2/2026).

Keluhan senada disampaikan Rendi (41), pelaku UMKM lainnya. Menurutnya, persaingan dengan toko modern nyaris tidak seimbang sejak awal.

“Dari modal saja sudah kelihatan. Mereka modalnya besar, promosinya masif, jam bukanya panjang, dan barangnya lengkap. Sementara UMKM lokal masih pusing dengan modal kecil, harga bahan baku naik, dan minim pendampingan,” katanya.

Tekanan terhadap UMKM lokal ini dinilai semakin berat karena belum terlihat regulasi tegas dari Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk mengendalikan pertumbuhan toko modern. Pelaku usaha kecil menilai, tanpa pengaturan zonasi dan pembatasan yang jelas, ruang hidup UMKM akan terus menyempit.

Pelaku UMKM lainnya, Bunda (45), berharap pemerintah daerah tidak hanya berbicara soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan keadilan bagi usaha kecil.

Lihat Juga :  Ironi Program MBG di Kota Tasikmalaya: Pasar Sepi, Harga Buah Naik, Omzet Pedagang Tergerus

“Kami tidak menolak kemajuan. Tapi harus ada keadilan. Jangan sampai usaha kecil mati pelan-pelan karena kalah kebijakan,” ungkapnya. (ags)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos