TASIKMALAYA | Priangan.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, menuai sorotan. Seorang warga mengeluhkan porsi dan isi paket makanan yang diterima anaknya untuk jatah tiga hari dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang disebut mencapai Rp30 ribu.
Keluhan tersebut disampaikan Zakki, warga Sukaraja Tasikmalaya, melalui media sosial. Ia mempertanyakan apakah menu yang diterima benar-benar sesuai dengan standar anggaran dan tujuan program MBG yang digadang-gadang untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah.
Dalam unggahannya, Zakki memperlihatkan isi paket MBG yang diterima anaknya. Paket itu disebut sebagai jatah selama tiga hari dan berisi dua kotak susu kemasan kecil, dua bungkus roti pabrikan, satu buah apel, satu buah jeruk, serta tiga plastik kecil berisi kacang tanah, kurma, dan camilan kering lainnya.
Menurut Zakki, jika dihitung secara sederhana dengan harga eceran, nilai makanan tersebut dinilai tidak mencapai angka Rp30 ribu.
“Apa iya ieu menu mencapai kana harga anu tos disesuaikn. Cobi lah sing tiasa amanah. Cobi sok etang ayeuna ku menu sakitu aya 30 rebuen,” tulisnya.
Ia mengaku tidak mempermasalahkan programnya, namun mempertanyakan transparansi dan kesesuaian anggaran dengan realisasi di lapangan. Terlebih, MBG merupakan program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah.
“Niatan mah sae, kanggo budak supaya bergizi. Tapi sok aya wae oknum anu aji mumpung,” ujarnya.
Zakki juga menyinggung pihak mitra atau pengelola dapur produksi MBG di wilayah Sukaraja Tasikmalaya agar lebih terbuka dalam pengelolaan anggaran. Menurutnya, jika pengadaan bahan dilakukan secara grosir, seharusnya nilai gizi dan kuantitas makanan bisa lebih optimal.
“Lokasi dapur aya di daerah Sukaraja Tasikmalaya. Kudu transparan, teu kedah sieun rugi lamun nuturkeun standar,” tegasnya.
Keluhan ini menjadi perhatian publik di Kabupaten Tasikmalaya, khususnya para orang tua siswa penerima manfaat MBG. Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Sukaraja agar benar-benar tepat sasaran dan sesuai standar anggaran.
Program MBG sejatinya dirancang sebagai langkah strategis untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekolah. Namun, tanpa pengawasan dan transparansi yang ketat, kepercayaan masyarakat bisa tergerus.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola MBG di Kecamatan Sukaraja maupun instansi terkait di Kabupaten Tasikmalaya. (ham)

















