Warga Sukahurip Tambal Jalan Pakai Uang Sendiri, Bupati dan DPRD Tasikmalaya Dituding Tutup Mata

TASIKMALAYA | Priangan.com — Kondisi jalan desa Sukahurip, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, menuai sorotan tajam. Jalan berstatus jalan kabupaten yang menjadi akses vital penghubung desa dan kecamatan di wilayah selatan Tasikmalaya itu dilaporkan rusak parah selama puluhan tahun dan nyaris tak pernah tersentuh perbaikan pemerintah.

Ketua Pemuda Desa Sukahurip, Dindin  (37), menyebut sepanjang ingatannya, jalan tersebut hanya satu kali diaspal, itupun sudah terjadi sejak lama. Selebihnya, warga harus bertahan dengan kondisi jalan berlubang, licin, dan membahayakan keselamatan.

“Selama Indonesia berdiri, baru satu kali jalan ini disentuh aspal. Padahal ini jalan kabupaten dan akses utama warga,” kata Dindin kepada Priangan.com, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, setiap momentum pemilu, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan bupati, warga Sukahurip hanya dibanjiri janji politik. Para calon datang meminta dukungan suara, namun setelah terpilih, perbaikan jalan tak pernah terealisasi.

“Setiap lima tahun selalu dijanjikan. Tapi setelah pemilu, jalannya tetap rusak. Kami sudah berkali-kali mengajukan, hasilnya cuma janji lagi,” ujarnya.

Karena tidak ingin kondisi jalan semakin parah dan menelan korban, warga Desa Sukahurip akhirnya memilih bergerak sendiri. Setiap hari Selasa, masyarakat secara rutin menggelar kerja bakti swadaya, dengan biaya murni hasil patungan warga.

Upaya tersebut dilakukan semata-mata demi keselamatan pengguna jalan. Dindin mengungkapkan, sudah banyak kejadian kecelakaan di ruas jalan tersebut, mulai dari sepeda motor terjatuh hingga mobil terperosok akibat kondisi jalan yang rusak berat.

“Kalau nunggu pemerintah, entah sampai kapan. Banyak kejadian motor jatuh, mobil nyungsep. Kami tidak mau ada korban jiwa,” katanya.

Perbaikan yang dilakukan warga pun sangat terbatas. Mereka hanya mampu menambal lubang jalan menggunakan batu, pasir, dan semen, sekadar agar jalan masih bisa dilalui dan tidak semakin membahayakan.

Lihat Juga :  Efisiensi Anggaran Tak Halangi Pemkab Tasikmalaya Kucurkan Rp2,3 M untuk Calhaj

“Kami cuma nambal pakai batu, pasir, dan semen. Itu pun dari uang swadaya warga,” tambah Dindim.

Lihat Juga :  Insentif Linmas di Tasikmalaya Segera Cair, Anggota Masih Bertanya-Tanya Soal Besaran Nominal

Ia menegaskan, swadaya masyarakat bukan solusi permanen. Warga Sukahurip mendesak Bupati Tasikmalaya dan DPRD Kabupaten Tasikmalaya untuk berhenti menjadikan rakyat sekadar objek politik lima tahunan.

“Kami minta jangan cuma butuh suaranya saja. Jalan ini akses vital. Kami sudah kenyang dengan janji para pejabat,” tegasnya. (yna)

 

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos