Wacana Damai Ukraina Buka Diskusi Ekonomi AS–Rusia di Lingkaran Trump

WASHINGTON | Priangan.com — Wacana penyelesaian konflik Ukraina kembali memunculkan pembahasan sensitif di Washington. Kali ini, sorotan tertuju pada kemungkinan terbukanya kembali jalur ekonomi antara Amerika Serikat dan Rusia, seiring laporan media AS yang menyinggung pandangan sejumlah tokoh dekat Presiden Donald Trump.

Laporan Wall Street Journal edisi Jumat, 26 Desember 2025, menyebutkan Utusan Khusus Presiden AS Steve Witkoff serta menantu Trump, Jared Kushner, menilai Rusia sebagai kawasan dengan potensi ekonomi besar yang selama ini tertutup akibat sanksi Barat. Pandangan tersebut muncul dalam konteks diskusi informal terkait pascakonflik dan prospek reintegrasi Rusia ke sistem ekonomi global.

Dalam laporan itu, Rusia disebut sebagai wilayah dengan cadangan sumber daya alam melimpah yang dinilai masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh investor Barat. Lingkaran Trump meyakini, pencabutan sanksi secara bertahap dapat membuka ruang baru bagi perusahaan Amerika, sekaligus menciptakan insentif ekonomi untuk menopang proses perdamaian.

Witkoff, sebagaimana dikutip Wall Street Journal, menyampaikan keyakinannya bahwa kesepakatan damai antara Moskow dan Kyiv akan mengubah kalkulasi bisnis global. Menurutnya, stabilitas politik menjadi prasyarat utama kembalinya perusahaan-perusahaan AS ke pasar Rusia setelah absen sejak konflik pecah pada 2022.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina, negara-negara Barat memberlakukan sanksi luas yang menyasar sektor keuangan, energi, hingga perdagangan. Moskow berulang kali menyatakan bahwa tekanan tersebut tidak menghentikan roda ekonominya dan justru mendorong penguatan produksi domestik serta perluasan kerja sama non-Barat.

Di sisi lain, Trump secara terbuka menunjukkan minat terhadap kerja sama ekonomi strategis dengan Rusia, khususnya di sektor mineral. Isu ini mencuat di tengah rivalitas AS dan China dalam mengamankan pasokan bahan mentah penting bagi industri teknologi dan pertahanan. Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyatakan kesiapan Moskow untuk membuka peluang kerja sama di bidang tersebut.

Lihat Juga :  Hari Lingkungan Hidup, Garut Serukan Revolusi Sampah dari Rumah Tangga

Media internasional menyebut, gagasan kerja sama ekonomi masuk dalam kerangka awal rencana perdamaian yang dikaitkan dengan Trump. Salah satu poin yang dibahas menyangkut ratusan miliar dolar aset Rusia yang dibekukan di negara-negara Barat, dengan opsi pemanfaatan sebagian dana untuk proyek bersama AS–Rusia.

Lihat Juga :  Buntut Penyelesaian Konflik, Putin Menegaskan Kesiapannya Berbicara dengan Ukraina

Dokumen yang sama turut menyinggung kemungkinan pengelolaan bersama Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporozhye. Putin mengungkapkan bahwa Witkoff dan Kushner menunjukkan ketertarikan terhadap skema kepemilikan bersama fasilitas tersebut, termasuk opsi pengaturan finansial yang melibatkan teknologi mata uang digital.

Meski Kremlin menutup rapat detail pembicaraan yang berlangsung, Witkoff menggambarkan rangkaian kontak diplomatik terakhir sebagai proses yang berjalan positif. Pernyataan itu memberi sinyal bahwa komunikasi antara Washington dan Moskow, baik di ranah politik maupun ekonomi, masih terus dijajaki di tengah dinamika geopolitik yang belum stabil. (Zia)


Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos