TASIKMALAYA | Priangan.com – Sebuah video yang memperlihatkan keluhan warga terkait kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam video tersebut, warga mengkritik kondisi makanan yang dibagikan kepada anak-anak karena dinilai sudah tidak layak konsumsi.
Dalam rekaman yang beredar, warga memperlihatkan beberapa menu makanan yang diduga berasal dari pembagian MBG. Ia menyebut roti sudah berjamur, pisang terlihat busuk dan berbelatung, sementara tempe dan ayam disebut terasa asam.
“MBG di Perumnas, roti bulukan jeung cau bilatungan, tempe jeung hayam haseum. Teu boga ge kabeli keneh, daripada budak dibere dahareun racun mah. Iwal ti susu nu bener teh. Tah tingali cau busuk kieu dibikeun ka budak,” ujar warga dalam video tersebut.
Keluhan tersebut langsung memicu perhatian warganet setelah videonya menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Priangan.com, video itu direkam oleh warga Perumnas Cisalak, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Warga mengaku khawatir makanan yang dibagikan kepada anak-anak tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi.
Sejumlah tanggapan warganet pun bermunculan di kolom komentar. Banyak yang mempertanyakan kualitas pengawasan dalam distribusi makanan program MBG.
Salah satu akun menulis, “Pagawé MBG mah loba gaya, kurang jajan. Alus keneh parab jin sok aya bakakak hayam saekor jeung cikopi,” tulis akun Tedi Iskandar.
Komentar lain juga menyinggung menu yang dianggap kurang segar. “SPPG di Kabupaten Tasik bulan kamari menuna kulub jagong, kulub suuk. Bulan puasa ayeuna menu na kripik tempe, susu kotak jeung roti. Kira-kira suplai dipilih nu teu kenging nami dapur SPPG na?” tulis akun Rian Pamungkas.
Namun ada pula warganet yang menyampaikan pengalaman berbeda. Akun Yan Yan Ariesandi Nugraha mengaku menu yang diterima di sekolah anaknya masih tergolong baik meski kualitasnya dinilai tidak selalu sama.
“Alhamdulillah murangkalih abi di SDN Perumnas Cisalak, sami kitu lamun kuena lembek ogé aya atah enya, daging emang maju ka haseum, jigana random aya nu sae, aya nu awon,” tulisnya.
Komentar lain juga mempertanyakan fungsi dapur penyedia makanan dalam program tersebut. “Naon gunana dapur ath?” tulis akun Raditya Ryuzent.
Viralnya video tersebut memunculkan sorotan publik terhadap kualitas makanan dalam pelaksanaan program MBG di daerah. Warga berharap ada evaluasi terhadap proses penyediaan dan distribusi makanan agar benar-benar memenuhi standar gizi dan keamanan pangan bagi anak-anak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG selaku penyedia atau pemasok makanan program MBG maupun dari Pemerintah Kota Tasikmalaya terkait keluhan warga yang viral di media sosial tersebut. (ham)

















