Trump Ancam Hancurkan Iran Jika Melanjutkan Program Nuklir

WASHINGTON D.C | Priangan.con – Ancaman keras kembali disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran terkait program nuklirnya. Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan melanjutkan serangan militer apabila Teheran mencoba membangun kembali kemampuan nuklirnya.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin, 29 Desember 2025, beberapa bulan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap sejumlah fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu. Serangan itu diklaim Washington dan Tel Aviv sebagai langkah pencegahan terhadap pengembangan senjata nuklir, tuduhan yang sejak awal dibantah Iran.

Pemerintah Iran menyatakan fasilitas yang mengalami kerusakan akan dibangun kembali dan program pengayaan uranium tetap berlanjut. Teheran kembali menegaskan bahwa aktivitas nuklirnya bersifat damai dan tidak diarahkan pada pengembangan senjata.

Menanggapi sikap tersebut, Trump memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi berat. “Jika hal itu dikonfirmasi, mereka tahu konsekuensinya, dan konsekuensinya akan sangat kuat, bahkan mungkin lebih kuat dari sebelumnya,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat siap bertindak tegas jika diperlukan.

Trump juga menegaskan dukungan penuh Washington terhadap langkah militer Israel terkait isu nuklir Iran. Ia mengatakan Amerika Serikat akan bertindak segera apabila mendeteksi adanya kemajuan signifikan dalam aktivitas nuklir Teheran. “Kami tahu persis apa yang mereka lakukan dan ke mana arah mereka,” kata Trump, seraya menyebut kemungkinan penggunaan pesawat pembom strategis B-2, meski berharap skenario tersebut tidak terjadi.

Menurut Trump, jalur diplomatik masih menjadi pilihan terbaik bagi Iran. Ia menilai Teheran telah melewatkan peluang kesepakatan sebelumnya, tepat sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target Iran.

Sementara itu, Iran menyatakan tetap terbuka terhadap dialog dengan Amerika Serikat. Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menolak apa yang ia sebut sebagai “syarat-syarat yang mustahil dan tidak dapat diterima.” Pembicaraan yang dimediasi Oman dilaporkan terhenti setelah Amerika Serikat meningkatkan dukungan militernya terhadap Israel, di tengah berlanjutnya sanksi Barat terhadap Teheran. (Zia)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos