Transformasi Pendidikan Pesantren Tarekat Al-Idrisiyyah, Padukan Agama, Sains, dan Digital

TASIKMALAYA | Priangan.com — Pondok Pesantren Tarekat Al-Idrisiyyah, lembaga pendidikan Islam modern yang berpusat di Kabupaten Tasikmalaya, bersiap melakukan transformasi besar dalam sistem pendidikannya. Mulai tahun 2026, Tarekat Al-Idrisiyyah resmi mengawali transformasi kurikulum berbasis minat santri dan kebutuhan industri, sebagai respons atas tantangan zaman yang terus berkembang.

Mudir Pesantren Pria, Ponpes Tarekat Al-Idrisiyyah, Deden Hidayatullah, menjelaskan bahwa transformasi ini dirancang agar pendidikan pesantren tidak hanya kuat dalam nilai keislaman, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

“Pendidikan hari ini harus menyesuaikan zaman. Santri perlu difasilitasi sesuai minat dan passion-nya masing-masing, agar siap menghadapi masa depan,” ujar Deden kepada wartawan, Jumat (16/1/2026).

Dalam transformasi kurikulum tersebut, Ponpes Tarekat Al-Idrisiyyah menghadirkan lima kelas unggulan berbasis minat santri. Pertama, kelas unggulan Keagamaan dan Riset, yang diperuntukkan bagi santri yang ingin menguasai kitab kuning sekaligus memiliki kemampuan penelitian akademik.

Kedua, kelas Tahfidz dan Sains, yang memadukan hafalan Al-Qur’an dengan penguasaan ilmu pengetahuan. Ketiga, kelas Bahasa dan Sosial, yang fokus pada penguasaan bahasa asing seperti Bahasa Inggris, Arab, dan Jepang, serta penguatan ilmu sosial.

Keempat, kelas Akuntansi dan Keuangan Lembaga, yang diarahkan untuk mencetak santri dengan jiwa entrepreneurship dan kemampuan pengelolaan keuangan. Kelima, kelas TJKT (Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi), yang menyiapkan santri menghadapi dunia digital dan teknologi informasi.

“Lima kelas unggulan ini kami rancang sebagai kurikulum yang sesuai dengan minat santri dan kebutuhan zaman saat ini,” tegas Deden.

Dari lima kelas unggulan tersebut, kelas bahasa menjadi salah satu yang paling diminati, meski secara umum minat santri tersebar merata di seluruh program.

Meski mengedepankan pendekatan modern, Deden menegaskan bahwa ilmu agama tetap menjadi fondasi utama pendidikan di Ponpes Tarekat Al-Idrisiyyah. Seluruh santri wajib menguasai nilai iman, Islam, ihsan, serta dasar-dasar tasawuf, tanpa memandang kelas unggulan yang dipilih.

Lihat Juga :  Jalan Rusak Capai 369 Km, DPRD Tekan Pemkab Tasikmalaya Ambil Langkah Cepat

“Apapun cita-cita santri ke depan, mau kuliah di dalam negeri atau luar negeri, kami akan dampingi. Tapi fondasi keimanan harus kuat,” katanya.

Lihat Juga :  Secangkir Kopi, Lebih dari Sekedar Pemanis di Pagi Hari

Transformasi ini menjadi tonggak penting karena sebelumnya sistem pendidikan pesantren masih berjalan terpisah antara pengajian dan pendidikan formal. Mulai tahun 2026, seluruh sistem akan diintegrasikan dalam satu kerangka pendidikan pesantren modern berbasis minat dan kompetensi.

“Tahun 2026 menjadi momentum kick-off transformasi pendidikan Ponpes Tarekat Al-Idrisiyyah. Santri sudah mulai memilih kelas unggulan sesuai minatnya. Ini adalah langkah besar pesantren di Tasikmalaya menuju pendidikan Islam modern,” pungkas Deden.

Transformasi kurikulum Ponpes Tarekat Al-Idrisiyyah diharapkan menjadi model pendidikan pesantren modern di Tasikmalaya, yang mampu mencetak santri berakhlak kuat, berwawasan luas, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (yna)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos