Tiga Peran Penting Guru Honorer Tasikmalaya yang Jarang Disorot

TASIKMALAYA | Priangan.com – Guru honorer Tasikmalaya bukan sekadar pelengkap sistem pendidikan. Di balik gaji minim dan status yang tak kunjung pasti, mereka memikul peran besar bagi masa depan daerah. Mulai dari menjaga sekolah tetap berjalan, membentuk karakter generasi muda, hingga menggerakkan literasi di pelosok wilayah Tasikmalaya.

Tak banyak yang tahu, di antara guru honorer ada yang aktif menulis buku, menjadi penggerak komunitas literasi, hingga rela menempuh jarak jauh demi memastikan anak-anak tetap mendapat hak pendidikan. Ironisnya, beban administrasi yang mereka pikul sering kali justru lebih berat dibanding guru ASN.

Di tengah gelombang aksi demonstrasi guru honorer Tasikmalaya yang menuntut kepastian karier dan kesejahteraan, berikut tiga peran vital guru honorer yang patut menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat luas.

1. Penjaga Keberlangsungan Pendidikan di Tasikmalaya

Tanpa guru honorer, banyak sekolah di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya terancam lumpuh. Mereka menjadi tulang punggung operasional sekolah, terutama di daerah dengan kekurangan guru ASN.

Menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan di tengah kesejahteraan yang tidak menentu jelas bukan perkara mudah. Namun guru honorer tetap hadir setiap hari, mengajar dengan dedikasi tinggi meski kantong sering kali menipis. Bahkan, Kementerian Pendidikan sendiri mengakui kebutuhan guru honorer masih sangat besar untuk menjaga kualitas pendidikan nasional.

2. Pembentuk Karakter dan Akhlak Generasi Muda

Peran guru honorer Tasikmalaya tidak hanya mengajar mata pelajaran, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan akhlak peserta didik. Di ruang kelas, mereka menjadi teladan sikap, kesabaran, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Menanamkan moral dan perilaku luhur kepada siswa jelas bukan tugas ringan, apalagi ketika persoalan ekonomi pribadi kerap membayangi. Namun guru honorer tetap menjalankan peran itu dengan penuh tanggung jawab, karena mereka sadar pendidikan karakter adalah fondasi masa depan bangsa.

Lihat Juga :  Ribuan Guru Honorer Demo di Bale Kota Tasikmalaya, Pertanyakan Kehadiran Negara Soal Kesejahteraan Guru

3. Penggerak Literasi di Daerah Terpencil Tasikmalaya

Lihat Juga :  GMNI Akan Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Fiber Optic Diskominfo Kota Tasikmalaya ke APH

Tak sedikit guru ASN yang mengajukan mutasi saat ditempatkan di wilayah terpencil. Berbeda dengan guru honorer, yang justru rela mengorbankan kenyamanan demi menjadi penggerak literasi di pelosok Tasikmalaya.

Mereka hadir di daerah yang minim fasilitas, membuka akses baca, mengajar dengan alat seadanya, dan memastikan anak-anak desa tidak tertinggal. Dari tangan merekalah lahir semangat belajar di wilayah yang sering luput dari perhatian.

Tiga peran ini menunjukkan bahwa guru honorer Tasikmalaya bukan sekadar pekerja pendidikan, melainkan penjaga peradaban. Karena itu, tuntutan agar guru honorer mendapat prioritas kesejahteraan dan kepastian status bukanlah hal berlebihan.

Pendidikan tak bisa berdiri di atas ketimpangan. Jika guru honorer terus diabaikan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya nasib mereka, tetapi juga masa depan generasi Tasikmalaya. (Rco)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos