BANDUNG | Priangan.com — Prestasi sektor pendidikan Kabupaten Bandung kembali mendapat pengakuan nasional. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan berhasil memborong empat penghargaan BBPMP Award dari BBPMP Jawa Barat milik Kemendikdasmen dalam agenda rapat konsolidasi daerah yang digelar di Kota Bandung, Jumat (13/2/2026).
Empat penghargaan tersebut meliputi kategori pemerintah daerah pemberi bantuan pendidikan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025/2026, peringkat kedua kinerja terbaik penurunan angka putus sekolah usia 7–18 tahun serta penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) lebih dari 35 ribu anak, peringkat kedua komitmen implementasi wajib belajar satu tahun prasekolah, serta penghargaan Bunda PAUD terbaik dalam mendukung program prioritas pendidikan nasional.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala UPT BBPMP Jawa Barat, Mardi Wibowo, kepada Bunda PAUD Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati.
Emma mengaku tidak menyangka atas apresiasi tersebut dan menyebut penghargaan itu menjadi motivasi untuk memperkuat pendidikan anak usia dini di daerahnya.
“Ini benar-benar di luar dugaan saya. Penghargaan ini jadi penyemangat untuk terus mendorong pendidikan prasekolah agar semakin kuat dan merata,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya program satu tahun pendidikan prasekolah sebelum anak memasuki jenjang wajib belajar, termasuk memastikan setiap anak memiliki Nomor Induk Sekolah sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.
“Saya berharap para Bunda PAUD sampai tingkat desa semakin aktif sosialisasi dan edukasi pendidikan prasekolah agar kualitas pendidikan dasar semakin baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, menilai capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pendidikan daerah secara berkelanjutan.
“Penghargaan ini kehormatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Pendidikan masih membutuhkan kolaborasi kuat, inklusivitas, serta dukungan seluruh stakeholder agar kualitasnya terus meningkat,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta peran masyarakat dalam mendukung program pendidikan inklusif, penanganan anak putus sekolah, dan penguatan pendidikan usia dini.
Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen Kabupaten Bandung dalam memperkuat kualitas pendidikan, menekan angka putus sekolah, serta memastikan akses pendidikan merata sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia berkelanjutan. (zam)

















