Di tengah derasnya desakan banyak pihak agar Indonesia keluar dari Board of Peace, Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah ulama dan tokoh ormas Islam ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026, malam. Pada hari yang sama di tempat berbeda, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menerima kunjungan para pendeta untuk memimpin doa bersama di Ruang Oval Gedung Putih. Dalam kesempatan itu, para pemimpin Kristen memohon kekuatan dan perlindungan bagi Trump di tengah ketegangan geopolitik. Dalam pidato sambutannya Prabowo menjelaskan, di tengah perkembangan dunia yang tidak menentu, diperlukan pertemuan antara ulama dan umara agar keadaannya tetap tenang. Ia berharap, kondisi global yang sangat dinamis bisa dihadapi dengan ketenangan dan kewaspadaan. Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menjelaskan, dalam pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar tiga jam itu Prabowo menjelaskan masalah geopolitik dan geoekonomi secara global, terutama yang menyangkut krisis di Timur Tengah dan kondisi kekinian pascaserangan Israel dan Amerika terhadap Iran.
















