GARUT | Priangan.com – Suasana haru menyelimuti SMPN 1 Bayongbong, Kabupaten Garut, saat ratusan siswa kelas IX mengikuti prosesi perpisahan dan pengumuman kelulusan Tahun Pelajaran 2024–2025 pada Senin (2/6/2025).
Rangkaian kegiatan ini tak hanya menjadi penanda akhir masa belajar, tetapi juga ajang pembentukan karakter dan kepedulian sosial.
Menjelang momen kelulusan,kepeduliana melaksanakan aksi nyata bertema “Kesalehan Sosial” dengan membersihkan puluhan masjid di sekitar Kecamatan Bayongbong serta menyantuni 40 lansia dhuafa.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari proyek akhir pembelajaran yang mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Ini bukan sekadar pengumuman kelulusan. Kami ingin menanamkan nilai kepedulian dan penghormatan sejak dini kepada anak-anak,” ujar Kepala SMPN 1 Bayongbong, Herdi Mulyana RH, S.Pd., M.Pd.
“Melalui kegiatan sosial dan prosesi sungkeman, kami ingin momen ini menjadi bekal emosional dan spiritual yang akan mereka bawa ke masa depan.”
Salah satu momen paling menyentuh terjadi ketika siswa membasuh kaki orang tua mereka, sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan atas perjuangan selama menempuh pendidikan. Tangis haru tak terbendung dari siswa, orang tua, hingga para guru yang hadir.
Sebagai bagian dari komitmen pembentukan karakter, sekolah juga membagikan berbagai penghargaan kepada siswa berprestasi, baik dalam bidang akademik, non-akademik, maupun akhlak mulia.
Ketua Komite Sekolah sekaligus Ketua MUI Kabupaten Garut, KH. Sirojul Munir, turut memberikan apresiasi tinggi kepada pihak sekolah.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya melanjutkan pendidikan setinggi mungkin.
“Jangan berhenti di sini. Sekolah setinggi mungkin, karena pendidikan adalah kunci masa depan,” pesannya.
Ia juga menegaskan bahwa keterbatasan biaya tak boleh menjadi penghalang, karena berbagai bantuan tersedia dari pemerintah.
Sebanyak 368 siswa dinyatakan lulus tahun ini, dan hampir seluruhnya melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK, dengan sebagian memilih pesantren.
Sekolah juga mendukung program “Nyaah ka Indung” yang akan diluncurkan di Kabupaten Garut, sejalan dengan nilai-nilai yang telah ditanamkan kepada siswa.
Acara ini turut dihadiri para guru, tenaga kependidikan, pengawas pembina, serta jajaran komite sekolah. Keseluruhan rangkaian kegiatan menjadi bukti bahwa pendidikan tak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian sosial sejak dini. (Az)