Tampil Tanpa Pesaing, Herdiat-Yana Disorot Soal Pelayanan Publik dan Kemunduran PSGC

KABUPATEN CIAMIS | Priangan.com – Debat terbuka calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada Ciamis 2024 digelar KPU pada Selasa, 12 November 2024, malam. Meski hanya diikuti satu pasangan calon alias paslon tunggal, KPU tetap menyelenggarakan debat terbuka tersebut.

Berbeda dengan debat paslon di tempat lain yang diikuti lebih dari satu pasangan calon, dimana terdapat aksi saling sanggah, dalam debat pilkada Kabupaten Ciamis justru hanya ada sesi menjawab pertanyaan dari panelis dan menjawab aspirasi dari masyarakat.

Dalam pertanyaan masyarakat itu, sedikitnya ada dua hal yang dibahas. Pertama soal kanal aduan, kedua soal PSGC, klub bola andalan Kabupaten Ciamis.

Adeng, misalnya, ia menyoroti perlunya kanal pengaduan yang lebih efektif untuk menangani masalah sosial dan situasi darurat di wilayah Ciamis. Menurutnya, selama ini banyak warga mengalami kesulitan menyampaikan keluhan karena sering dilempar antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tanpa kejelasan solusi.

Menanggapi hal ini, Herdiat Sunarya-Yana D. Saputra yang menjadi satu-satunya paslon, menyebut kalau selama ini sudah ada beberapa kanal pengaduan yang disediakan, seperti aplikasi “Hello Ciamis” dan situs resmi pemerintah. Kendati begitu, Herdiat mengakui kalau semua kanal itu masih belum mampu menyelesaikan persoalan masyarakat.

Oleh karenanya, ia menyatakan siap untuk membuat aplikasi khusus yang lebih terfokus untuk mempercepat respons pemerintah dalam menangani keluhan warga Ciamis.

“Jika kami mendapat kepercayaan kembali, kami akan hadirkan aplikasi khusus yang lebih efisien untuk pengaduan masyarakat,” kata dia.

Selain itu, pertanyaan soal PSGC disampaikan oleh salah seorang warga bernama Supriyadi. Menurutnya, sebagai salah satu masyarakat yang hobi bola dan mengikuti perkembangan sepak bola di Ciamis. Ia mempertanyakan langkah strategis yang akan diambil untuk mengangkat kembali PSGC Ciamis, yang saat ini berada di Liga 3.

Lihat Juga :  Memanas! India Ancam Serang Pakistan

Dalam pertanyaan itu, Supriyadi juga mengingatkan bahwa PSGC pernah hampir lolos ke Liga 1 sebelum akhirnya terdegradasi ke liga 3.

Lihat Juga :  Hidayat Muslim: Kemitraan dengan Pasar Modern Dorong Produk UMKM Naik Kelas

Herdiat merespons dengan malu. Ia mengaku malu dengan kondisi itu. Di sisi lain, Herdiat juga mengaku merasa kecewa atas situasi PSGC saat ini. Ia menjelaskan bahwa sebelum dirinya menjabat, PSGC hampir mencapai Liga 1, namun tantangan finansial dan keterbatasan anggaran jadi penghambat kemajuan klub sepak bola itu.

“Saya sebetulnya malu kalau harus merespon secara langsung soal itu. Untuk mengembangkan sepak bola perlu upaya yang besar dan modal finansial yang besar. Penyebab terdegradasinya PSGC ke liga tiga bisa saja karena modal finansial saya yang kurang,” respons Herdiat tanpa menyebutkan program inovatif apa yang akan ia lakukan ke depan untuk kembali mendongkrak PSGC. (wrd)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos