
TASIKMALAYA | Priangan.com – Ironi mencolok tersaji di jantung Tasikmalaya. Di balik slogan “Kota Resik” yang kerap digaungkan, deretan pengemis, badut jalanan, hingga pengamen cilik justru kian menjamur di hampir setiap lampu merah dan ruas jalan protokol. Di persimpangan jalan, anak-anak di bawah umur dengan pakaian lusuh dan wajah lelah tampak mengais receh dari pengendara.
READ MORE