Pilkada Tidak Langsung Dinilai Hidupkan Oligarki, Akademisi Tasikmalaya Angkat Suara
- Daerah, Daily News, Nasional
- Januari 18, 2026

TASIKMALAYA | Priangan.com – Wacana penerapan Pilkada tidak langsung kembali bergulir dan disebut-sebut akan dipaksakan menjadi sistem pemilihan kepala daerah pada 2031 mendatang. Isu ini menuai penolakan luas dari berbagai lapisan masyarakat karena dinilai menghilangkan kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpinnya secara langsung. Gelombang penolakan muncul seiring kekhawatiran bahwa Pilkada tidak langsung justru akan menarik demokrasi
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Guru Besar Ilmu Politik UGM, Prof. Zainal Arifin Mochtar, menilai kemunduran demokrasi di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari melemahnya peran oposisi. Dalam podcast Akbar Faizal Uncensored, yang tayang pada Senin, 5 Januari 2026, ia menegaskan bahwa hampir setiap presiden yang baru dilantik selalu berupaya menyingkirkan oposisi dari arena kekuasaan. Pria yang
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) menyoroti adanya pembatasan dan intimidasi terhadap kerja jurnalistik dalam peliputan bencana di wilayah Sumatera yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. KKJ menilai praktik tersebut berlangsung secara masif dan sistematis, serta berpotensi melanggar kemerdekaan pers dan hak publik atas informasi. Dalam siaran pers yang dirilis di Jakarta, Kamis
READ MORE
TASIKMALAYA | Priangan.com – Politisi PKB Oleh Soleh menilai demokrasi di Indonesia masih jauh dari matang. Menurutnya, bukan hanya masyarakat, tetapi juga para elit politik belum benar-benar siap menerima perbedaan sebagai konsekuensi dari sistem demokrasi. “Pasca-pilkada misalnya, bukannya bersatu kembali, justru muncul dendam politik yang berkepanjangan. Ini tanda bahwa mentalitas kita dalam berdemokrasi masih lemah,”
READ MORE
TASIKMALAYA | Priangan.com – Budayawan Tasikmalaya, Fauz Noor, bicara tentang Indonesia dan demokrasi. Menurutnya, usia Indonesia saat ini masih bayi, sehingga mimpi bila berharap menjadi negara semaju Amerika Serikat.Ia menilai, terlalu muluk bila 20 tahun mendatang Indonesia akan menjadi negara hebat. Apalagi, saat ini demokrasi yang dibangun di negara ini belum substansial. [] Peliput: Morsa
READ MORE