TASIKMALAYA | Priangan.com – Ketersediaan susu UHT di sekitar Pasar Gunungkalong, Kota Tasikmalaya, dikeluhkan sejumlah pedagang grosir. Dalam beberapa pekan terakhir, stok dari distributor disebut menurun drastis. Kondisi ini diduga berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Suhendar (45), pedagang grosir di sekitar Pasar Gunungkalong, mengatakan biasanya susu UHT mudah diperoleh dan selalu tersedia. Namun kini pengiriman dari distributor jauh lebih sedikit.
“Sekarang stok sering kosong. Kalaupun ada, jumlahnya terbatas. Distributor juga tidak kirim sebanyak biasanya,” ujarnya kepada Priangan.com, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, sebagian besar pasokan diduga dialihkan untuk memenuhi kebutuhan MBG di sejumlah sekolah. Akibatnya, pedagang grosir kesulitan melayani permintaan dari warung dan pengecer.
Ririn (32), pedagang lainnya, mengaku tidak bisa lagi memenuhi pembelian dalam jumlah besar. Beberapa pelanggan bahkan terpaksa mencari ke tempat lain karena barang tidak tersedia.
“Biasanya warung beli ke sini untuk dijual lagi. Sekarang kami juga kesulitan karena stoknya tidak ada,” katanya.
Kelangkaan susu UHT ini tidak hanya mengganggu rantai pasok, tetapi juga memukul omzet pedagang. Produk yang sebelumnya memiliki perputaran cepat kini sulit menghasilkan pendapatan karena stok tersendat.
Para pedagang menegaskan mereka mendukung program MBG sebagai upaya peningkatan gizi. Namun mereka berharap distribusi susu UHT tetap dijaga agar tidak mengganggu kebutuhan masyarakat umum dan pelaku usaha kecil.
“Kami mendukung program pemerintah, tapi pasokan untuk pedagang kecil juga harus diperhatikan,” ujar pedagang lainnya.
Pedagang berharap ada solusi dari pihak terkait agar distribusi susu UHT di Tasikmalaya kembali stabil, sehingga aktivitas perdagangan di sekitar Pasar Gunungkalong bisa berjalan normal. (ags)

















