Struktur Gedung KDMP di Kabupaten Tasikmalaya Disorot, Diduga Tak Gunakan Baja WF 250

TASIKMALAYA | Priangan.com – Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya mulai menuai sorotan. Sejumlah pihak desa mempertanyakan kesesuaian spesifikasi material konstruksi bangunan yang diduga tidak mengikuti standar desain prototipe pemerintah.

Berdasarkan keputusan resmi dari Kementerian Pekerjaan Umum Nomor 1342/KPTS/M/2025 tentang desain purwarupa gedung KDMP, struktur utama bangunan seharusnya menggunakan baja profil WF 250. Material tersebut dikenal memiliki kekuatan struktural tinggi dan lazim digunakan untuk bangunan permanen agar lebih kokoh dan tahan lama.

Namun temuan di lapangan disebut berbeda. Kepala Desa Padawaras, Kecamatan Cipatujah, Yayan Siswandi, mengungkapkan bahwa tiang bangunan yang terpasang bukan baja WF 250, melainkan besi balok biasa yang disambung melalui proses pengelasan.

“Tah di urang mah lain ku WF lur, tapi kunu kieu tah. Menang nyambung-nyambungkeun, barolong tuh, dua dirangkeupkeun. Tah di urang mah kieu tihang teh, lain pake WF 250,” ujarnya saat menunjukkan struktur bangunan seperti dalam video yang dikirimkan ke Priangan.com, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, perbedaan spesifikasi ini perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut kualitas bangunan jangka panjang serta akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Ia khawatir jika standar konstruksi tidak dipenuhi, gedung koperasi desa yang seharusnya menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat justru berisiko dari sisi keamanan maupun ketahanan bangunan.

Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi desa melalui kelembagaan koperasi modern. Gedung KDMP dirancang sebagai fasilitas usaha terpadu, mulai dari distribusi pangan, layanan simpan pinjam, hingga pusat aktivitas ekonomi lokal.

Sejauh ini belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana proyek terkait dugaan perbedaan material tersebut. Namun isu ini mulai ramai diperbincangkan di tingkat desa karena menyangkut kualitas pembangunan serta keberlanjutan fungsi gedung koperasi yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pedesaan di Kabupaten Tasikmalaya. (yna)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos