Spanyol Larang AS Gunakan Pangkalan Militer, Trump Ancam Hentikan Seluruh Perdagangan.

WASHINGTON | Priangan.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana penghentian seluruh perdagangan dengan Spanyol pasca Madrid menolak izin penggunaan pangkalan militer bersama untuk operasi serangan terhadap Iran, pada Selasa, 3 Maret 2026.

“Kami akan menghentikan semua perdagangan dengan Spanyol. Saya tidak ingin berhubungan dengan mereka,” ujar Trump kepada wartawan. Namun, ia tidak merinci kapan kebijakan embargo perdagangan tersebut akan mulai diberlakukan.

Ketegangan muncul pasca Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyatakan bahwa Pemerintahannya tidak akan mengizinkan AS menggunakan Pangkalan Angkatan Laut Rota maupun Pangkalan Udara Moron. Albares menegaskan bahwa kedua pangkalan tersebut tidak digunakan dalam serangan awal dań “juga tidak akan digunakan” sepanjang konflik.

Menanggapi keputusan tersebut, Trump menyatakan bahwa AS sebenarnya tetap bisa menggunakan fasilitas jika menghendaki. “Kami bisa menggunakan pangkalan mereka jika kami mau. Tidak ada yang akan menghentikan kami,” katanya, meeski pernyataan tersebut berpotensi memicu polemik diplomatik lebih lanjut.

Secara Historis, Pangkalan Rota dan Moron berperan penting dalam berbagai operasi militer AS, termasuk invasi Afghanistan pada 2001, invasi Irak 2003, sert

a serangan udara NATO di Libya pada 2011. Kedua pangkalan tersebut menjadi titik strategis bagi pesawat tanker pengisian bahan bakar dan logistik militer AS di kawasan Eropa dan Afrika Utara.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez secara terbuka mengecam serangan AS terhadap Iran yang diberi nama Operasi Epic Fury. Ia menyebut langkah tersebut sebagai intervensi militer yang tidak beralasan dan berbahaya serta melanggar hukum internasional,” menjadikannya satu-satunya pemipin UE yang secara tegas menentang operasi tersebut.

Konflik ini memperlihatkan perpecahan antara sekutu Eropa Washington. Inggris sempat menolak penggunaan pangkalan militernya sebelum akhirnya mengizinkan “defensif terbatar”. Sementara Prancis dan Jerman menyatakan kesiapan atas fasilitas tindakan defensif proporsional. Ketegangan ini berpotensi memperuncing hubungan tranatlantik di tengah eskalasi konflik Timur Tengah. (Zia)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos