Sinyal Politik Washington Picu Kekhawatiran Eskalasi di Tengah Krisis Iran

WASHINGTON | Priangan.com – Pernyataan sejumlah tokoh politik Amerika Serikat di tengah gelombang protes nasional di Iran memunculkan kekhawatiran baru akan potensi eskalasi konflik antara Washington dan Teheran. Senator AS Lindsey Graham pada 11 Januari 2026 menyampaikan dukungan terbuka terhadap demonstran Iran, pernyataan yang dipandang sebagai sinyal campur tangan politik di tengah situasi domestik Iran yang kian tidak stabil.

Melalui unggahan di platform X, Graham menulis pesan singkat yang ditujukan kepada para demonstran, menyatakan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan.” Pernyataan tersebut muncul tidak lama setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan slogan “Make Iran Great Again,” yang oleh sebagian kalangan ditafsirkan sebagai dukungan terhadap perubahan kepemimpinan di Teheran.

Graham secara terbuka mengaitkan slogan tersebut dengan perlunya kemenangan demonstran atas elite keagamaan Iran. Ia menyatakan bahwa Iran tidak akan mencapai kemajuan selama tetap berada di bawah kepemimpinan saat ini. Pada hari yang sama, Graham juga mengunggah foto bersama Trump di dalam pesawat kepresidenan Air Force One, keduanya mengenakan topi bertuliskan slogan tersebut.

Pernyataan politik ini datang di tengah ketegangan yang masih tinggi antara AS dan Iran, menyusul serangan militer AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada pertengahan 2025 yang dilakukan bersamaan dengan eskalasi konflik Israel-Iran. Teheran merespons serangan tersebut dengan meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Qatar, meski serangan itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Di dalam negeri Iran, protes besar-besaran pecah sejak akhir Desember 2025 setelah mata uang nasional mengalami penurunan tajam yang berdampak langsung pada lonjakan harga kebutuhan pokok. Aksi demonstrasi berkembang menjadi kerusuhan di sejumlah kota, disertai bentrokan dengan aparat keamanan dan penyerangan terhadap gedung-gedung pemerintah.

Lihat Juga :  Upayakan Bantuan Militer ke Kiev, Rusia Tuding UE jadi Peruncing Perang Ukraina

Laporan media internasional mengutip sumber medis di Teheran yang memperkirakan ratusan korban jiwa dalam rangkaian kerusuhan tersebut, sementara media pemerintah Iran melaporkan jatuhnya korban dari kalangan warga sipil maupun aparat keamanan. Hingga kini, angka pasti korban masih sulit diverifikasi secara independen.

Lihat Juga :  Peluang di Pilkada Jakarta Makin Tertutup, Anies Kutip Pernyataan Bung Karno  

Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik instabilitas tersebut. Tuduhan ini diperkuat oleh pernyataan terbuka sejumlah politisi AS yang secara eksplisit mendukung demonstran. Kombinasi tekanan ekonomi, kerusuhan domestik, dan sinyal politik dari Washington memicu kekhawatiran bahwa Iran berpotensi menjadi titik panas baru dalam konstelasi persaingan geopolitik global. (Zia)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos