Selat Hormuz Terganggu, Harga Minyak Melonjak 13% Usai Serangan AS-Israel ke Iran.

LONDON | Priangan.com – Harga minyak dunia melonjak tajam hingga 13% pada 2 Maret 2026, pasca serangan intensif AS dan Israel terhadap Iran yang memicu kekhawatiran serius tentang gangguan pasukan energi global. Lonjakan tersebut mendorong minyak mentah Brent ke level tertinggi dalam 14 bulan terakhir.

Minyak mentah Brent Crude sampan menyentuh $82 per barrel di bursa ICE, level tertinggi sejak 14 bulan terakhir, sebelum turun kembali ke kısadan $79,5. Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran atas terganggunya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz, jalur vital yang mengangkit 20% pasokan minyak dan gas dunia.

Mesai otoritas Iran menyatakan selat tersebut tetap terbuka, berbagai laporan media menunjukkan aktivitas di kawasan itu terhenti akibat resiko serangan lanjutan. Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan dua kapal diserang di Selat Hormuz pada Minggu, sementara otoritas keamanan maritim Oman menyebut kapal tanker yang dikenai sanksi AS turut menjadi target.

Laporan Reuters menyebut sedikitnya 150 kapal tanker memilih berlabuh di perairan teluk di luar Selat Hormuz. Sementara itu, Financial Times melaporkan perusahaan assurans memperingatkan pemilik kapal bahwa polis dapat dibatalkan dan premi dinaikka drastis untuk pelayaran di kawasan tersebut.

Ekonom Yegor Susan memperkirakan lalu lintas melalui Selat Hormuz telah turun 38-50%. Ia menilai ganguan selama empat mingu berpotensi menghilangkan 200-300 juta barel pasukan minyak dari pasar global, yang dapat mendorong harga sementara ke kisaran $80-120 per barel.

Ketegangan meningkat pasca Presiden AS Donald Trump menyatakan konflik dapat berlangsung “empat hingga lima Minggu” hingga tujuan militer tercapai. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi lainnya, termasuk Korps Garda Revolusi Iran.

Lihat Juga :  Sinyal Politik Washington Picu Kekhawatiran Eskalasi di Tengah Krisis Iran

Sebagai respon, Iran melancarkan serangan udara terhadap Israel dan beberapa negara teluk yang menampung aset militer AS. Kelompok Hizbullah juga dilaporkan tertibat dengan melancarkan serangan lintas batas, memicu serangan balasan Israel terhadap infrastuktur dan pusat komando Kelompok tersebut. (LSA)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos