RMS Olympic, Kakak Titanic yang Menjadi Saksi Zaman Keemasan Pelayaran Atlantik

LONDON | Priangan.com – RMS Olympic merupakan kapal penumpang trans-Atlantik asal Britania Raya yang dibangun oleh galangan kapal Harland & Wolff di Belfast untuk perusahaan pelayaran White Star Line. Kapal ini dirancang sebagai bagian dari kelas Olympic, yang terdiri dari tiga kapal besar: Olympic, Titanic, dan Britannic. Pembangunan Olympic dimulai pada 16 Desember 1908 dan diluncurkan ke air pada 20 Oktober 1910. Kapal tersebut mulai melayani pelayaran perdananya dari Southampton menuju New York pada 14 Juni 1911.

Olympic dibuat untuk memenuhi kebutuhan pelayaran jarak jauh antara Eropa dan Amerika pada awal abad ke-20. Pada masa itu, perusahaan pelayaran besar saling bersaing untuk menawarkan kemewahan dan kenyamanan tertinggi bagi penumpang kelas atas. White Star Line memilih pendekatan dengan mengutamakan kemewahan dan stabilitas dibanding kecepatan. Olympic, dengan kapasitas lebih dari dua ribu penumpang dan tonase sekitar 45.000 gross ton, menjadi kapal terbesar di dunia saat mulai beroperasi.

Selama masa pelayarannya, Olympic mengalami beberapa insiden. Pada September 1911, kapal ini bertabrakan dengan kapal perang Inggris HMS Hawke di lepas pantai Isle of Wight. Olympic mengalami kerusakan di bagian lambung, namun tetap mampu kembali ke pelabuhan dengan selamat. Peristiwa tersebut sempat memengaruhi reputasi White Star Line, terlebih setelah tragedi Titanic pada tahun berikutnya.

Saat Perang Dunia I pecah, Olympic diubah fungsinya menjadi kapal angkut pasukan dengan nama HMT Olympic. Kapal ini mengangkut ribuan tentara Sekutu ke berbagai front pertempuran. Dalam salah satu misinya pada tahun 1918, Olympic bahkan menabrak dan menenggelamkan kapal selam Jerman U-103 di perairan Atlantik. Aksi tersebut membuatnya dijuluki “Old Reliable” oleh para pelaut Inggris karena ketangguhannya selama perang.

Lihat Juga :  Sukarni, Aktor di Balik Penculikan Soekarno

Usai perang, Olympic kembali menjalankan rute penumpang komersial dengan fasilitas yang diperbarui. Namun, memasuki dekade 1930-an, kondisi ekonomi dunia yang tertekan oleh Depresi Besar membuat operasional kapal semakin sulit. Persaingan dari kapal-kapal baru yang lebih efisien dan modern turut mempercepat keputusan untuk menghentikan pelayarannya. Olympic akhirnya dipensiunkan pada April 1935 dan dibongkar di galangan kapal di Inggris beberapa waktu kemudian.

Lihat Juga :  Sukarni, Aktor di Balik Penculikan Soekarno

Selama lebih dari dua dekade beroperasi, Olympic dikenal sebagai kapal yang mampu bertahan melewati berbagai masa dan perubahan zaman. Berbeda dengan saudaranya, Titanic dan Britannic, yang berakhir tragis, Olympic menyelesaikan karier panjangnya dengan catatan keselamatan yang baik. Sisa interior kapal, seperti panel kayu dan perabot, kemudian diselamatkan dan digunakan di beberapa hotel serta bangunan publik di Inggris. (wrd)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos