MOSKOW | Priangan.com – Dalam konflik Ukraina-Rusia yang berkepanjangan, pada 28 April 2025 Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari untuk memperingati 80 tahun kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman pada Perang Dunia II.
Putin mengumumkan gencatan senjata selama tiga Hari setelah sebelumnya pada 19 April mengumukan gencatan senjata selama 30 jam yang berakhir hingga 20 April dini hari. Gencatan senjata 30 jam untuk merayakan hari paskah.
Pengumuman pemberhentian gerakan militer sementara Putin yang sekarang, merupakan bentuk dalam merayakan kekalahan Nazi Jerman pada PD II, yang akan berlangsung selama tiga hari, yang dimulai pada 7-8 Mei dini hari hingga 10-11 dini hari.
Putin menegaskan bahwa pengumuman tersebut bukan hanya dalam merayakan kekalahan Nazi Jerman, tetapi juga telah berlandaskan kemanusiaan. Kremlin memperingatkan Kiev untuk mematuhi gencatan senjata, yang akan mendapatkan respon efektif dari militer Rusia.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Ukraina Vladimir Zelensky mengatakan bahwa pengumuman gencatan senjata selama 3 hari Putin merupakan bentuk “manipulasi”, dan menganggap bahwa gencatan senjata tersebut bukanlah upaya dalam mencapai perdamaian.
Sebelumnya, Putin mengatakan bahwa Ukraina telah melanggar senjata sebanyak ribuan kali, yang dibalas oleh Ukraina dengan mengatakan Rusia telah melanggar kesepakatan sebanyak ribuan kali. Namun, akhir-akhir ini di garis aktivitas militer telah menurun.
Rusia dan Ukraina tengah berusaha untuk menyelesaikan konflik yang terjadi, yang ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump. Putin pada pekan lalu telah menegaskan bahwa Moskow siap dalam melakukan pembicaraan dalam kesepakatan damai tanna syarat dengan Ukraina. (Zia)