Diurus oleh dua pemerintahan ternyata bukan jaminan satu daerah menjadi lebih baik. Masyarakat miskin mudah dicari, infrastruktur jalan banyak yang rusak, sampah meruyak di sembarang tempat, dan persoalan sosial kerap muncul di berbagai kanal media.
Sialnya, fakta itu terjadi di Tasikmalaya, daerah yang dikelola dua pemerintahan: kabupaten dan kota. Lain halnya dengan Ciamis yang diurus satu pemerintahan, yakni kabupaten. Ada banyak perbedaan yang kasat mata di antara ketiga daerah tersebut.
Kendati Tasikmalaya dan Ciamis merupakan tetangga dekat yang hanya tersekat gapura, pencapaian prestisius di antara ketiganya terbilang jauh berbeda.
Padahal, dalam hal pendapatan asli daerah atau PAD, Ciamis lebih kecil dibanding Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya. PAD Ciamis di bawah Rp400 miliar, sementara Tasikmalaya di atas angka itu. Perbedaannya hampir tembus Rp100 miliar.
















