Program MBG Pukul Pedagang Pasar Gunung Kalong Kota Tasikmalaya, Omzet Anjlok Drastis

TASIKMALAYA | Priangan.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah di Kota Tasikmalaya mulai memunculkan efek samping di tingkat bawah. Pedagang Pasar Gunung Kalong, Kelurahan Kersanegara, Kecamatan Cibeureum, mengaku omzet mereka turun drastis sejak program makan gratis bagi pelajar itu berjalan.

Pantauan di Pasar Gunung Kalong menunjukkan aktivitas jual beli tetap berlangsung, namun tidak seramai biasanya. Sejumlah kios terlihat lebih lengang, terutama di lapak sayur dan lauk pauk yang selama ini bergantung pada belanja harian ibu rumah tangga.

Ibu Rina (45), pedagang sayur, mengaku penjualannya merosot tajam dalam beberapa pekan terakhir. Ia menyebut perubahan pola konsumsi keluarga menjadi penyebab utama.

“Biasanya ibu-ibu belanja buat masak siang anak. Sekarang anak sudah dapat makan di sekolah, jadi belanja sayur berkurang. Omzet turun drastis,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Keluhan serupa datang dari pedagang bahan pokok. Asep (38), yang menjual telur, tempe, dan ayam, mengatakan penurunan pembeli terasa signifikan, terutama menjelang siang hari yang sebelumnya menjadi jam ramai.

“Dulu banyak yang beli buat bekal atau makan siang anak. Sekarang pembeli tetap ada, tapi tidak sebanyak dulu. Terasa sekali bedanya,” katanya.

Menurut para pedagang, program MBG memang membawa manfaat sosial bagi pelajar. Namun di sisi lain, kebutuhan rumah tangga untuk memasak makan siang berkurang, sehingga belanja harian ikut menyusut. Dampaknya, perputaran uang di pasar tradisional melambat.

Tidak semua pedagang terdampak negatif. Iwan Setiawan, pedagang beras, mengaku sempat mendapat tambahan pesanan dari dapur penyedia MBG. Namun, pesanan tersebut belum rutin dan belum mampu menutup penurunan penjualan eceran.

“Kalau ada pesanan dari dapur MBG lumayan. Tapi belum konsisten, jadi dampaknya ke pasar belum merata,” ujarnya.

Lihat Juga :  Bagikan Tips Cegah PTM, Nurhayati: Terapkan Germas

Sejumlah pedagang berharap pemerintah tidak hanya menjalankan program sosial, tetapi juga memastikan distribusi bahan baku menyerap produk dari pasar tradisional setempat. Mereka menilai, jika pengadaan bahan pangan difokuskan pada pedagang lokal, efek ekonomi bisa lebih seimbang.

Lihat Juga :  Bagikan Tips Cegah PTM, Nurhayati: Terapkan Germas

“Kalau bahan diambil dari pasar sini, kami juga bisa merasakan manfaatnya. Jangan sampai program bagus, tapi pedagang kecil yang tertekan,” kata salah satu pedagang.

Para pedagang kini dipaksa beradaptasi di tengah kebijakan baru tersebut. Mereka tidak menolak program MBG, namun meminta evaluasi agar kebijakan sosial tidak mematikan denyut ekonomi pasar tradisional yang selama ini menjadi sandaran hidup ribuan keluarga di Kota Tasikmalaya. (ags)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos