Program MBG dan Biaya Produksi Picu Harga Telur di Ciamis Naik Jelang Ramadan

CIAMIS | Priangan.com — Menjelang Ramadan, harga telur ayam ras di tingkat peternak Kabupaten Ciamis justru menunjukkan tren kenaikan. Kondisi ini berbeda dari pola tahun-tahun sebelumnya yang biasanya diwarnai penurunan permintaan dan stok melimpah sehingga harga cenderung turun.

Berdasarkan pantauan Priangan.com, harga telur di tingkat peternak kini berada di kisaran Rp26.100 per kilogram. Angka tersebut lebih tinggi dibanding harga normal menjelang Ramadan yang umumnya berkisar Rp24.000–Rp25.000 per kilogram.

Salah seorang peternak, Wawan (44), mengatakan tren tahun ini cukup berbeda. Menurutnya, biasanya permintaan telur dari pasar tradisional cenderung menurun menjelang Ramadan sehingga stok menumpuk di kandang.

“Biasanya sebelum Ramadan permintaan agak turun, stok banyak, harga ikut turun. Tahun ini stok tidak terlalu menumpuk dan harga masih relatif tinggi,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Ia menambahkan, beberapa bulan sebelumnya harga telur bahkan sempat menembus Rp30.000 per kilogram. Kenaikan tersebut dipicu tingginya serapan pasokan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan telur dalam jumlah besar.

Peternak lain, Redi (36), menyebut serapan besar dari program tersebut membuat distribusi telur ke pasar umum sempat terbatas.

“Stok di kandang biasanya bisa bertahan lama, tapi kemarin cepat terserap. Pasokan ke pasar umum jadi agak berkurang, akhirnya harga ikut terdorong naik,” katanya.

Selain faktor permintaan, biaya produksi juga masih menjadi tantangan bagi peternak. Ateng (41) mengungkapkan harga pakan ternak yang belum stabil memaksa peternak menyesuaikan harga jual agar usaha tetap berjalan.

“Biaya pakan masih tinggi. Kalau harga telur turun terlalu jauh, peternak bisa rugi,” jelasnya.

Meski harga saat ini berada di kisaran Rp26 ribuan per kilogram, peternak menilai kondisi tersebut masih relatif wajar dibanding lonjakan sebelumnya. Namun mereka tetap mewaspadai fluktuasi harga menjelang Ramadan, terutama jika permintaan kembali meningkat di berbagai daerah di Indonesia.

Lihat Juga :  Tutug Oncom Jadi Menu MBG di Tasikmalaya, Orang Tua Murid Keluhkan Kualitas

Para peternak berharap keseimbangan antara kebutuhan pasar umum dan serapan program pemerintah dapat terjaga, sehingga stok tetap stabil dan harga telur tidak melonjak tajam baik di tingkat peternak maupun konsumen menjelang Ramadan. (yna)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos